Tukang Suruh

DI 19112015

Lukas 11:46
Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.

Membaca ayat ini saya teringat dg rekan satu pelayanan dulu, orgnya supel, pandai berhumor, namun pny satu kebiasaan yg krg baik: selalu menyuruh org lain melakukan sesuatu urk dirinya.

Contoh: mau minum, masih menyuruh org mengambilkan minum, pdhal posisinya tdk jauh, mau makan minta diambilkan sendok garpu pd teman yg ada di dekatnya. Intinya selalu memanfaatkan org di dekatnya utk melakukan hal yg sbnarnya dia bs lakukan sndri. Bkn manja, tapi ‘tukang suruh’.

Ahli Taurat spt itu, membebankan org lain utk menanggung ini dan itu, tp dia sendiri tdk memberi teladan, hanya pandai bcra tp tdk ikut menanggung beban itu. Jenis org yg spt ‘boss’ saja, cuma bs menyuruh-nyuruh tp dirinya diam tdk terlibat.

Sbg anak Tuhan kita diajar utk saling melayani, saling menghormati dan saling menghargai. Kita semua adalah hamba di hadapan Tuhan, apakah kita kaya, sederhana atau miskin, apakah kita jenius, cerdas atau bodoh, semua adalah hamba di hadapan Tuhan. Jgn memanfaatkan org lain demi kepuasan diri sndri, jgn merasa lebih ‘senior’ shga bs sewenang-wenang memperlakukan org lain. Kalau ingin dilayani, layanilah lebih dulu, kalau ingin dihormati, bersikaplah sbg org yg pantas utk dihormati. Merasa diri lebih tinggi itu awal dr sebuah kesombongan. Kesombongan hanya akan membuat kita jatuh pd akhirnya.

Lakukan yg kita bs lakukan sndri tanpa hrs menyusahkan org lain, berilah teladan yg baik, jgn cuma menyuruh tp tdk terlibat aktif. Layanilah dahulu baru dilayani. Jgn ‘mengerjai’ org lain krna nantinya apa yg kita buat terhadap oeg lain akan berbalik menimpa kita. Jadilah pribadi yg memberi contoh dahulu baru mengajak yg lain ikut terlibat. Jgn jadikan org lain sbg kaki dan tangan kita selagi kita masih sanggup

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.