DI 21112015
Matius 24:45 NKJV
“Who then is a faithful and wise servant, whom his master made ruler over his household, to give them food in due season?
Siapa yang kemudian adalah seorang hamba setia dan bijaksana, yang tuannya membuat dia penguasa atas seisi rumah tangganya, untuk memberi mereka makanan saat waktu seharusnya.
Dlm bbrpa kisah dlm Alkitab, org yg menjd penguasa atas suatu negeri, pernah mengalami proses menjd hamba. Yusuf yg nantinya menjd org ke-2 di Mesir, pernah menjd budak dan kemudian dipercaya menjd ‘kepala urusan rumah tangga’ Potifar, tuan yg membeli dia sbg budak.
Daniel menjd tawanan perang di Babel, dididik di sana dg berbagai keterampilan, hingga akhirnya menjd penguasa di Babel slma bbrpa masa raja-raja Babel. Ayat di atas mengajar kita bhw org yg mengalami proses penghambaan, pd akhirnya menjd penguasa.
Seorg hamba jgn trs menjd org bodoh, tp hrs setia dan bijaksana. Contoh bijaksananya spt ini: majikannya seorg yg meletakkan benda tdk pd tempat semula, misalnya gunting kuku, seminggu kemudian dia mencari gunting kuku di tempat biasa ditaruh, dan dia mendapatinya. Ini krna si pembantu menaruh kembali gunting kuku di tempat semula. Seandainya tdk, bs jd tuannya kesal dan memarahi si pembantu krna tdk tahu di mana gunting kukunya berada.
Hamba yg setia dan bijak menjd penguasa atas seisi rumah tangga majikannya, dipercaya mengelola dan memelihara baik org maupun benda-benda dlm rumah itu, tujuannya spya semua kebutuhan seisi rumah bs terpenuhi dg baik di saat yg diperlukan. Tolak ukurnya ternyata dlm hal menyediakan makanan tepat waktu.
Menyediakan mknan tepat waktu itu tdk mudah, krna tugas seorg hamba bkn cuma soal makanan, tp mengurusi semua kebutuhan lainnya, perlu kemampuan mengatur semua pekerjaan dg baik, sehingga semuanya dikerjakan dg baik dan tdk membuat tuannya kecewa.
Kita semua ini hamba di hadapan Tuhan, kita hrs setia dan bijaksana, jgn malas dan bodoh