DI 25032014
Mazmur 106:32-33 NLT
At Meribah, too, they angered the Lord , causing Moses serious trouble. They made Moses angry, and he spoke foolishly.
Di Meriba, juga, mereka memarahi Tuhan, menyebabkan Musa ada dalam kesulitan yang serius. Mereka membuat Musa marah, dan dia berbicara secara bodoh.
Menjd pemimpin jutaan org spt Musa tdklah mudah, apalg yg dipimpinnya seringkali mengeluh sepanjang perjalanan. Sesabar-sabarnya Musa, akhirnya dia terpancing emosinya, berbuat sesuatu yang tdk berkenan di mata Tuhan shga dia tdk diperbolehkan masuk ke Tanah Perjanjian.
Mgkin kita sdh mengendarai kendaraan dg baik dan benar, tp org lain sengaja membuat ‘manuver’ yg memancing emosi kita shga kita terlibat ‘adu ngebut’ dan saat kita tdk bs mengendalikan kendaraan maka terjadilah kecelakaan.
Kita sudah punya tekad hidup benar dan lurus, tapi ada saja org lain yg hidup semaunya sendiri, kalau kita tdk sabar, kita bs ada dlm masalah besar dan serius krna terpancing emosi akibat gaya hidup org lain yg ‘ugal-ugalan’.
Jgn pendam emosi kita, tdk terpancing emosi bukan berarti jadi spt robot yg memang tdk punya emosi. Ekspresikan emosi kita, tetap kendalikan diri selama emosi muncul, kalau emosi yg lebih dominan, kita ada dalam masalah, bs bicara spt org yg bodoh, bisa ‘main pukul’, salah ambil keputusan dan bertindak tanpa kesadaran penuh. Bkn saja diri kita dlm masalah, org lain di sekitar kita bs terpancing emosinya jg, situasi makin memburuk.
Mengikuti kata hati tdk selalu merupakan sesuatu yg benar, kalau hati sedang ‘panas’ hampir bs dipastikan hati kita sdh kurang terkendali, penjagaan atas hati kita sudah ‘longgar’ shga ada celah yg terbuka. Ditambah dg pikiran yg sdh ‘gelap’, ini saat yg tepat hanya diam saja, jgn bicara dan bertindak tergesa-gesa. Kalau ada org spt itu di sekitar kita, cepat-cepat sadarkan mereka, beri nasehat dan peringatkan spya bs mengendalikan diri.
Jagalah hati, pikiran dan kendalikan emosi kita setiap saat 🙂