Fokus Pada Pekerjaanmu

DI 08012016

Galatia 6:4 KJV
But let every man prove his own work, and then shall he have rejoicing in himself alone, and not in another.

Tapi biarlah setiap orang membuktikan pekerjaannya sendiri, dan kemudian dia akan bersukacita dalam dirinya sendiri, dan bukan dalam yang lain.

Galatia 6:4 NLT
Pay careful attention to your own work, for then you will get the satisfaction of a job well done, and you won’t need to compare yourself to anyone else.

Berikan perhatian yang cermat pada pekerjaanmu sendiri, karena kemudian kamu akan mendapat kepuasan atas sebuah pekerjaan yang bagus sekali, dan kamu tidak perlu untuk membandingkan dirimu pada siapapun juga.

Setiap org punya tanggung jawab masing-masing atas apa yg dikerjakannya, punya waktu yg sama 24 jam/hari, jd hrs dg benar menggunakan waktu yg ada. Hal yg utama adalah bgmna kita menghasilkan sesuatu yg ‘well done’, dikerjakan dg benar dan hasilnya memuaskan.

Kita sering dengar perkataan ini: “Urus saja dirimu sendiri, tak usah urusin urusan org lain.” Mgkin kedengarannya tdk ‘nyaman’ di telinga, namun perkataan ini mengandung kebenaran, kalau diri kita belum ‘beres’, jgn ‘memberesi’ hidup org lain.

Kita sdg ‘berlomba’ dg semua org, berlomba dlm menghasilkan sesuatu yg terbaik yg bisa dilakukan, dan Tuhanlah yg menjd ‘juri’nya, masing-masing kita hrs mempresentasikan atau menunjukkan hasil kerja kita pada Tuhan. Kalau wkt yg ada kita habiskan hanya sibuk ‘mengutak atik’ hidup org lain, kita sdg membuang-buang waktu, tdk mengerjakan yg hrs kita kerjakan. Dan sadarlah kita hrs mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita pd Tuhan, jika Tuhan tdk berkenan, murka yg kita terima.

Tdk perlu membandingkan diri kita dg org lain, besar atau kecil sesuatu yg jd tanggung jwb kita, itu yg hrs kita kerjakan. Tiap org punya kapasitas kemampuannya sendiri, yg dikerjakan besar tapi gagal diselesaikan tdk lebih baik dr org yg mengerjakan hal yg kecil tp diselesaikan dg baik

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.