DI 04022016
1 Tawarikh 14:2 KJV
And David perceived that the LORD had confirmed him king over Israel, for his kingdom was lifted up on high, because of his people Israel.
Dan Daud merasa bahwa Tuhan telah meneguhkan dia raja atas Israel, karena kerajaannya telah diangkat tinggi, karena umat-Nya Israel.
Konfirmasi atau peneguhan kita kenal sbg sesuatu yg ditunggu oleh org yg menerima janji Tuhan dan sdg mengalami proses menuju terjadinya spt yg Tuhan janjikan. Sederhananya ialah sesuatu yg ‘membenarkan’ apa yg kita terima dr Tuhan.
Kalau Tuhan yg berjanji, Dia pasti memberikan konfirmasi-Nya, krna Dia tahu bhw manusia seringkali imannya ‘naik-turun’ dan bs meragukan janji Tuhan. Tapi masalahnya, seringkali org yg menerima janji Tuhan itu ‘nakal’ dg mencoba mencari-cari konfirmasi sendiri. Mulai dr cara yg rohani: berpuasa, hingga tanya hamba Tuhan, pendoa, atau org yg katanya pny indera ke-6. Berpuasa jgn dijadikan ritual, itu justru puasa yg membuat Tuhan tdk suka. Minta didoakan hamba Tuhan itu boleh, tp jgn ‘modus’, maaf saya terang-terangan: dg alasan memberkati hamba Tuhan baik dg uang atau yg lainnya, minta ‘di-blessing’ doa. Akibatnya hamba Tuhan membuat ‘nubuat palsu’ yg mengenakkan telinga kita dan itu kelihatan spt sebuah konfirmasi dr Tuhan. Hati-hati praktek spt itu sesat.
Kalau Tuhan yg menjanjikan, pasti Dia memberi konfirmasi jg. Tak perlu doa puasa yg sifatnya ritual belaka, jgn spt okultisme, puasa sekian hr nanti dpt wangsit atau pusaka. Puasa dlm Kristen itu bkn sebuah ritual, tp sebuah sarana mendekat pd Tuhan dan membangun kerohanian kita. Mau puasa 365 hr dlm setahun tp kalau Tuhan tdk berkenan, semuanya sia-sia.
Jgn menganggap konfirmasi itu hrs selalu berupa suara Tuhan. Konfirmasi Tuhan pd Daud melalui 2 hal yaitu peristiwa makin mulianya kerajaan Israel dan dukungan penuh dr rakyat. Konfirmasi Tuhan bs terlihat oleh peristiwa yg kita alami dan dukungan org-org di sekitar kita