Mengerti Porsinya

DI 13022016

Mazmur 131:1 KJV 
LORD, my heart is not haughty, nor mine eyes lofty: neither do I exercise myself in great matters, or in things too high for me.

Tuhan, hatiku tidak sombong, maupun mata-mataku angkuh; juga tidak aku melatih diriku dalam hal-hal besar, atau dalam hal-hal yang terlalu tinggi bagiku.

Ayat ini bertentangan dg pengajaran para motivator, mereka mengajar utk meng-upgrade kualitas diri spya bs berkompetisi dan menang atas keadaan yg ada, tp Daud melakukan hal sebaliknya, dia tdk melatih dirinya dlm hal yg besar dan terlalu tinggi baginya.

Apakah Daud malas? Kita lihat sepanjang hidupnya, dia giat dan sukses membawa bangsa Israel mengalami masa kejayaannya. Tentu perlu kualitas diri dan mengembangkan kemampuan kepemimpinannya sbg seorg raja, tp justru dia tdk melatih dirinya utk itu. Org spt Daud mnrut para motivator tentu dibilang sbg org yg bermental lemah dan malas.

Ini bahayanya kita mengikuti pengajaran para motivator yg tdk takut akan Tuhan: mereka menggiring kita utk mengembangkan potensi kita semaksimal mgkin, sampai di sini ini tdk bertentangan dg Firman Tuhan, selanjutnya perlahan-lahan mereka ‘mencuci otak’ kita dg paham bhw kita mampu sendiri, tdk butuh Tuhan dlm hidup kita, semua bs diatasi oleh logika dan kekuatan mental, persis spt org-org yg bersatu membangun menara Babel, tanpa Tuhan, bisa koq, apalah artinya Tuhan.

Daud hatinya tdk sombong, matanya tdk angkuh, walau semuanya dia miliki, dikelilingi oleh para pahlawan dan org berhikmat, dia sadar bhw hanya Tuhanlah yg melebihi semuanya. Daud menjd raja yg religius, walaupun dia bkn dr keturunan suku Lewi. Dia sadar bhw hal-hal yg besar akan dia alami, tp bkn hasil perbuatannya, tp Tuhan yg membuatnya, ada hal-hal yg terlalu tinggi baginya, dan Tuhanlah yg membawa dia naik ke tempat tinggi utk melihat hal-hal yg mulia. Daud sadar tanpa Tuhan semuanya sia-sia.

Sehebat apapun kita, jgn kita merasa tdk butuh Tuhan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.