Miskin dan Kaya

DI 21032016

Yakobus 2:3-4
dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”,
bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Jujur saja, kita pasti pernah spt apa yg ayat ini katakan, melihat dan memperlakukan org dr status sosial dan hartanya, atau mgkin kita yg diperlakukan demikian?

Org kaya memang lebih bnyk menerima penghormatan, mulai dr keluar kompleks perumahannya, satpam lgsg memberi hormat, di kantor bank jg dpt plynan ekstra, dsbnya. Sementara org miskin mgkin hanya mendpt satu-satunya penghormatan, yaitu dr keluarganya sndri. Org kaya lebih ‘dipandang’ saat berbelanja dibandingkan org yg sederhana atau miskin.

Di lingkungan kantor, sekolah, kampus, hingga di gereja, kita temui beragam org dr status sosial yg berbeda. Apakah kita bersikap menurut status sosial seseorg? Kepada bos kita bisa sopan sekali tp terhadap satpam atau cleaning service, kita terkadang tdk sopan. Kalau demikian, kesopanan kita ternyata bs ‘dibeli’ oleh harta, sopan terhadap yg ber-duit, kurang sopan terhadap yg kurang ber-duit.

Bersikaplah pd setiap org sbg org yg memiliki kasih Kristus di dlm diri kita. Alkitab mencatat bhw Yesus slma hidup di dunia tdk membeda-bedakan org dr status sosial atau kaya-miskinnya, Dia bergaul dg org kaya, tapi jg Dia dekat dg org-org miskin, yg Tuhan Yesus lihat bukan yg ‘di luar’ tapi yg ‘di dalam’ org itu yaitu hatinya. Sekaya apapun seseorg di dunia, tdk ada artinya dibandingkan apa yg Tuhan punya, jgn sombong. Keadaan hidup di dunia bs berubah, skrg kaya nanti mgkin jd miskin, yg skrg miskin nanti ternyata kaya.

Bila ada kerabat keluarga kita yg miskin, jgn menghina dia, jgn berkata-kata yg menyakitkan hati. Siapa yg ingin jd miskin? Tdk ada

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.