Pencemooh

DI 02042016

Amsal 15:12 KJV
A scorner loveth not one that reproveth him: neither will he go unto the wise.

Seorang pencemooh tidak mengasihi orang yang menegurnya; juga tidak akan pergi pada orang bijaksana.

Pencemooh adalah org yg suka mengejek, menghina, mentertawakan, dia merasa dirinya ‘lebih’ dibandingkan org lain, cenderung tdk bs menghargai perhatian yg org lain berikan dg tulus.

Kenapa seseorg bs menjd seorg pencemooh? Salah satunya krna sejak kecil dia tdk dianggap mampu dipercaya melakukan bnyk hal bahkan hal yg sederhana sekalipun. Menganggap org lain ‘sok tahu’ dan tdk suka diremehkan. Krna merasa tdk dipercaya sanggup melakukan sesuatu, dia menjd minder, reaksinya adalah ‘menyerang’ org yg mengoreksi dia dg ejekan dan hinaan. Akibatnya dia menjd ‘gengsi’ belajar dr org lain, semua dilakukan utk menutupi kelemahannya.

Belajar dr org lain bkn berarti kita bodoh, tp kita sdg meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yg kita miliki. Krna masih belajar tentu kita pernah buat kesalahan, akibatnya kita ditegur. Reaksi kita terhadap teguran org lain akan menunjukkan siapa kita yg sbnarnya, apakah kita menghargai teguran itu atau sebaliknya tdk suka ditegur dan malah membenci org yg menegur kita.

Memang pasti ada rasa malu saat ditegur apalg di dpn bnyk org, bs menjd bahan perbincangan utk bbrpa waktu lamanya. Justru kita hrs menghargai teguran sbg suatu bentuk perhatian dr org yg menegur kita. Dia memperhatikan krna dia mengasihi kita. Jd sebuah teguran merupakan wujud kasih seseorg terhadap kita, sekalipun teguran itu disertai dg sedikit marah, tp kita hrs menerimanya dg kerendahan hati dan tdk membenci.

Tdk usah malu dtg minta nasehat pd org yg bijaksana, kita tdk ahli dlm semua hal, kita tetap butuh org lain utk menasehati kita. Berkonsultasi atau berkonselling sangat dianjurkan jika kita sadar masih bingung ttg sesuatu. Setiap org pny kekurangan dan kelebihan, hrs saling melengkapi dan membangun

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.