DI 05042016
1 Samuel 13:9-10
Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
Dlm hidup kita tentu kita tdk selalu punya kesabaran utk menunggu, walaupun kita telah sabar menunggu, justru di menit-menit terakhir kita gagal dan bertindak tanpa pikir panjang.
Kisah Saul di atas mengajar kita agar di penghujung batas waktu yg kita sdg tunggu, jgn kita bertindak bodoh shga kita tdk perlu mengalami hal-hal yg buruk dan merusak kepercayaan Tuhan. Yg menjd penentu bkn awal saat kita menunggu, namun di penghujung penantian kita, masihkah kita sabar menunggu.
Ada saatnya Tuhan ‘sengaja’ sedikit bertindak di waktu yg melampaui batas waktu yg kita perkirakan shga kita menilai bhw Tuhan berlambat-lambat dan sengaja terlambat. Padahal bkn demikian, kalau ini terjd, Tuhan sdg menguji iman dan kesetiaan kita, Dia ingin melihat apakah kita tetap komitmen atau tdk.
Dia menguji Abraham saat mempersembahkan Ishak sbg korban bakaran, Dia menunggu hingga Abraham menggerakkan tangannya utk membunuh Ishak, di detik itulah Tuhan menghentikan Abraham, dan Abraham lulus ujian. Yesus sengaja dtg stlah Lazarus dikubur selama 4 hari, bkn pd saat Lazarus terbaring sakit. Demi sebuah kebangkitan Lazarus dr kematian, Yesus tdk segera dtg saat dikabari bhw Lazarus sakit.
Di penghujung batas waktu yg dijanjikan, tetaplah sabar menunggu, jgn bertindak ceroboh, jgn melampaui kewenangan kita, jgn punya inisiatif yg kelihatannya baik namun justru melawan hukum dan jg Firman Tuhan. Sabarlah sebentar lg, tetap kuatkan hati dan iman kita, jika memang Tuhan sdg menguji kita, jgn salah bereaksi, Tuhan menilai sikap dan perbuatan kita. Memang tdk mudah utk trs menjd sabar, tdk mudah menunggu dg kondisi tdk boleh melakukan apapun, bersabarlah