DI 23052016
Titus 2:4 KJV
That they may teach the young women to be sober, to love their husbands, to love their children,
Supaya mereka bisa mengajar wanita-wanita muda untuk menjadi tenang, untuk mengasihi suami-suami mereka, untuk mengasihi anak-anak mereka.
Apa yg ayat ini ajarkan bagi para isteri sungguh menarik, bahwa suami hrs tetap jd prioritas di atas anak-anak, namun hal ini seringkali tdk disadari oleh para isteri yg memiliki anak-anak yg masih kecil.
Dlm sebuah pernikahan, seorg suami terikat perjanjian dg isterinya, diucapkan saat Sakramen Pernikahan Kudus (Pemberkatan Nikah), sdgkan tdk ada perjanjian khusus antara orgtua dan anak di hadapan Tuhan. Inilah dasar yg hrs disadari bhw kehadiran anak dlm sebuah pernikahan tdklah boleh mengganggu hubungan antara suami dg isteri.
Mengurus anak usia yg masih kecil memang butuh perhatian khusus, menyita waktu, shga kadangkala seorg istri terlalu sibuk mengurus anak dan tanpa sadar kurang mengurus suaminya. Kebutuhan fisik dan jiwa suami seringkali tdk terpenuhi ketika isteri terlalu sibuk mengurus anak-anak, akibatnya suami menjd ‘haus’ kasih sayang dan kurang terurus, dan di luar rumah bnyk wanita yg lebih perhatian dan mengaguminya, ini seringkali jd pemicu perselingkuhan. Tdk selalu krna sdh tdk cinta lg, tp krna suami tdk dijaga dan kurang dilayani serta dicintai.
Kedudukan anak-anak tdklah boleh menggeser prioritas suami dlm sebuah keluarga. Demikian jg para suami hrslah menyayangi isterinya, tdk boleh membiarkan isteri merawat anak-anak seorg diri, isteri tetap butuh dihargai, dikasihi dan dirawat dg baik. Anak-anak tdk boleh jd pengganggu keharmonisan orgtuanya.
Butuh menjaga keharmonisan suami dg isteri, sesekali ambillah waktu berduaan saja, tanpa anak-anak, menikmati kebersamaan supaya api cinta suami dg isteri tetap ‘berkobar’, miliki ‘quality moment’ dg pasangan hidup kita, bkn cuma satu tempat tidur, tp satu cinta dan sehati