Jangan ‘Kepo’

DI 18062016

Markus 14:5 KJV
For it might have been sold for more than three hundred pence, and have been given to the poor. And they murmured against her.

Karena itu bisa telah dijual untuk lebih dari 300 dinar, dan telah diberikan untuk orang miskin. Dan mereka bergumam terhadapnya.

Istilah ‘kepo’ ditujukan pd org yg kerjanya mengurusi aktivitas org lain hingga org lain itu merasa terganggu. Kisah ini bercerita ttg org yg ‘kepo’ mengurusi apa yg perempuan itu lakukan terhadap Yesus.

Bknkah perempuan itu memakai minyak (parfum) miliknya sndri? Sama spt kalau kita beli sesuatu yg mahal dg uang kita sndri, lalu ada org yg bilang kita ini pelit, buat diri sndri bgtu ‘royal’, buat kegiatan amal tdk memberi bantuan, pdhal sbnarnya kita sering terlibat dlm kegiatan sosial. Kita beli pakai uang kita sndri, knpa dia yg keberatan?

Sbnarnya org-org itu tdk suka dg sikap Yesus yg membiarkan diri-Nya diperlakukan spt itu oleh perempuan dlm kisah ini. Tdk berani bcra langsung dg Tuhan Yesus, si perempuan inilah yg jd sasaran atau ‘kambing hitamnya’. Dlm bbrpa terjemahan ternyata perempuan ini dibisiki dg kata-kata celaan, dimarahi, pdhal dia tdk berbuat yg salah, misalkan mencuri uang utk membeli minyak itu, itu dari uangnya sndri. Perbuatan baik bs menjd salah di mata org-org yg kerjaannya mengurusi perbuatan org lain. Dicari-cari kesalahannya, kekurangannya dan bertindak menghakimi org lain. Org ‘kepo’ mencoba ‘menyetir’ pola pikir seseorg shga org itu merasa bersalah pdhal yg dia lakukan itu hal yg benar. Kelihatannya sih benar pendapatnya, pdhal dia ingin dipuji dan dianggap baik.

Jgnlah kita mengusik perbuatan org lain yg sbnarnya itu baik dan tdk merugikan org banyak. Kalau menurut kita perbuatannya salah, jgn mencela dan menyalahkannya. Kita tdk tahu alasan mengapa seseorg melakukan sesuatu, jgn lihat hanya dr satu sisi, tahan mulut kita utk terlalu cepat berkomentar. Jgn ganggu kedamaian hidup org lain, ucapkan yg baik.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.