Pecinta Diri Sendiri

DI 12072016 
2 Timotius 3:2 KJV 

For men shall be lovers of their own selves, covetous, boasters, proud, blasphemers, disobedient to parents, unthankful, unholy, 

  • Karena manusia akan menjadi pecinta-pecinta diri mereka sendiri, tamak, pembual-pembual, sombong, penghujat-penghujat, tidak taat pada orangtua, tidak bersyukur, tidak kudus 

Salah satu keadaan manusia di akhir zaman adalah mrka akan menjd ‘pecinta diri sndri’, artinya mengagumi dan mengagungkan dirinya sndri, dan ini terjd tanpa disadari krna memang ini akhirnya menjd sebuah budaya. 
Yg saya jabarkan ini mgkin Anda tdk setuju, tp paling tdk menjd bahan perenungan yg membuka cara berpikir kita ke arah yg benar. 
Kegiatan ‘selfie atau wefie’ menjd sebuah budaya baru di zaman makin canggihnya teknologi. Memfoto dirinya sndri dan mengunduhnya ke jaringan media sosial. Apakah ini salah? Selfie tdk salah, tp apakah ada tujuan ‘terselubung’ di dlmnya? Selfie utk dokumentasi moment-moment istimewa tentu wajar, tp ketika foto-foto selfie bertujuan utk ‘meng-iklankan’ diri sndri guna meraih fans dan orderan, ini yg agak dipertanyakan. Sbg contoh seorg penyanyi rohani atau seorg pengkhotbah sering melakukan selfie yg ditambah dg status jadwal dan tempat dia melayani, malah ada yg memberi info: saya akan di kota A dr tgl sekian hingga sekian, yg ingin mengundang saya melayani bisa hubungi nomor xxxxxx. 
Org yg pelit jg masuk kategori pecinta diri sndri, tdk mau berbagi, maunya hanya diberi, semuanya hanya utk dirinya sndri. Iri hati jg membuat seseorg merasa tdk boleh ada org lain yg melebihi dirinya, dia hrs tetap jd no. 1 dan org lain hrs mengagumi dirinya. Seorg atheis pun sbnarnya pecinta dirinya sndri krna tdk percaya ada Tuhan dan berpikir bhw dirinya mampu hidup tanpa Tuhan. 
Sesuatu yg berlebihan selalu berefek kurang baik, terlalu mengasihi diri sndri justru menjauhkan diri dr Tuhan dan kehidupan bersosial yg normal dg sesama manusia. Jadilah pecinta Tuhan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.