Menyampaikan Yang Buruk

DI 06032017 
Yeremia 20:8 

  • Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. 

Nabi Yeremia mendpt tugas dr Tuhan utk menyampaikan perkataan-Nya pd umat Israel, namun krna yg disampaikannya ttg sesuatu yg buruk, nabi Yeremia dianggap nabi palsu dan mengalami aniaya. 
Bagi sebagian org dipercaya Tuhan spt nabi Yeremia, diberitahu Tuhan mengenai apa yg akan nanti terjd, bisa dlm skala perorangan, kelompok, gereja atau hingga bangsa. Tp bgmna jika yg Tuhan katakan adalah hal yg tdk ingin didengar oleh pihak yg nanti akan mengalaminya. Tdk mudah dan bahkan nyawa jd taruhannya. Kalau menyampaikan yg bagus-bagus tentu org akan senang, tp jika yg buruk-buruk, kita bs dianggap ‘sesat’ dan mengalami penghakiman dr sdr seiman. 
Menyampaikan bhw akan ada kematian, musibah, murka Tuhan, dsbnya, perlu keberanian. Bkn saja hrs sekedar berhikmat ketika menyampaikannya, tp jg berani menderita aniaya. Tapi bknkah setiap pesan Tuhan hrs disampaikan, apakah ttg hal yg enak didengar ataupun yg menakutkan? Nabi Yetemia dlm pasal ini mengalami pergumulan dlm dirinya. Kita hrs tetap memilih taat pd Tuhan drpd rasa takut pd manusia. 
Knpa Tuhan memilih kita? Krna Tuhan yg melihat bhw kita memiliki kemampuan utk tugas spt ini. Jgn takut, ada penyertaan Tuhan, sekalipun ada saatnya kita dibenci, dihakimi dan dianiaya. 
Tanggung jwb kita ialah pd Tuhan, bkn pd manusia, tetap fokus pd Tuhan sekalipun nantinya akan ada penolakan terhadap kita. Sampaikan apa adanya persis yg Tuhan katakan, jgn dikurangi atau diubah, nanti Tuhan murka terhadap kita. Sampaikan seluruhnya, bkn sebagian, spya pesan Tuhan tdk disalah mengerti oleh yg menerimanya. Apapun resikonya, perkataan Tuhan hrs tetap disampaikan, krna itu pasti hal yg penting dan mempengaruhi masa dpn. 
Kesetiaan kita diperhitungkan Tuhan, ketaatan kita dicatat Tuhan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.