Cara Yang Tak Diduga

DI 03072014

Matius 4:1 NKJV
Then Jesus was led up by the Spirit into the wilderness to be tempted by the devil.

Kemudian Yesus dipimpin/diarahkan oleh Roh ke dalam padang gurun untuk digodai oleh setan.

Membaca ayat ini sempat membuat saya bertanya pd Tuhan: apakah iblis/setan bisa ‘diperintah’ Roh Kudus utk menggodai kita spt Yesus yg baru saja dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dipimpin Roh untuk digodai iblis.

Tentu pertanyaan yg tdk lazim/biasa, sama spt kisah Ayub dimana iblis dg sengaja ‘dibolehkan’ Tuhan utk membuat hidup Ayub menderita. Aneh bukan?

Penuh Roh Kudus bkn berarti pasti menang melawan godaan setan. Bnyk pengajaran yg agaknya ‘salah’ mengajar jemaat ttg bgmna cara utk menang atas godaan iblis/setan. Yesus wkt itu penuh Roh Kudus, sengaja dihadapkan pd godaan iblis dan akhirnya menang. Menang dg cara apa? Gunakan kuasa Firman Tuhan.

Inilah pengajaran yg benar: lawan iblis dg Firman Tuhan. Maaf, pengajaran ttg lawan iblis dg ‘bahasa roh (lidah)’ itu keliru. iblis tdk mengerti apa yg kita katakan ketika kita berbahasa lidah, hanya kita dan Tuhan yg tahu (1 Korintus 14:2). Lucu jadinya, bgmna iblis tahu kita mengusirnya atau mengalahkan godaan dg bahasa lidah senentara iblis tdk tahu apa yg kita katakan. Konyol sekali.

iblis tdk takut dg salib yg kita pegang atau pakai, iblis tdk gentar ketika kita berbahasa lidah atau bernubuat, tapi iblis gentar pd kuasa otoritas Firman Tuhan yg bekerja melalui kita.

Ada waktunya Tuhan izinkan kita digodai iblis, tujuannya utk membuktikan apakah kita telah belajar pd pengajaran yg benar sesuai Firman Tuhan. Zaman ini sedikit orang yang menyampaikan pesan kebenaran Firman Tuhan, sebagian hanya ‘menjual khotbah’ hasil pikirannya sndri. Siapapun bs belajar bgmna menyusun sebuah khotbah, ada ilmunya, bs dipelajari, tinggal ‘comot’ sekian ayat Alkitab, jd sebuah khotbah. Tapi penyampai pesan Tuhan bkn membuat khotbah, hrs dengar dr Tuhan apa pesan-Nya lalu disampaikan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.