DI 15092020
Yesaya 6:5
- Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”
Yesaya sblm menerima panggilan Tuhan utk menjd nabi bangsanya ternyata seorg yg najis bibir, artinya apa yg diucapkan melalui bibirnya itu najis, tdk sesuai dg apa yg diajarkan Tuhan melalui kebenaran-Nya.
Yesaya menjd org yg najis bibir krna bangsanyapun ternyata najis bibir jg, jd spt org-org yg sama sakitnya di sebuah wilayah yg sdg terserang wabah penyakit tertentu. Artinya najis bibir pd saat itu sdh menjd sebuah ciri khas, menjd sebuah budaya dan karakter bangsa Israel pd wkt itu. Jd kita hrs sadar bhw apa saja yg buruk dlm sebuah komunitas yg kecil maupun besar, bs ‘menular’ pd org-org yg tinggal dlm komunitas itu. Krna itulah kita perlu menjaga hati kita spya tetap murni dan kudus, menjaga pikiran kita dr pola pikir yg jahat, berkata-kata dg baik dan tdk mengucapkan sesuatu yg salah ttg Tuhan dan kebenaran-Nya. Menjaga diri sndri jgn sampai sama spt org kebanyakan yg tdk menjaga kekudusan hidupnya.
Org yg sehat memiliki imunitas atau sistem kekebalan tubuh yg baik dan kuat, ini spt sebuah benteng pertahanan saat menghadapi serangan dr musuh. Kebenaran firman Tuhan yg tinggal dlm hidup kita itulah ‘imunitas’ bagi kerohanian kita, meskipun ada bnyk hal-hal buruk yg coba masuk dlm hati dan pikiran kita, namun itu bs dihalau keluar, tp jika kerohanian kita lemah, maka apa yg jahat dan najis bs dg mudah masuk dlm hidup kita shga kita hidup spt org fasik, tdk lg menyukai kebenaran firman Tuhan, perlahan tp pasti akan menjd serupa dg dunia ini. Kemurtadan tdk terjd dg tiba-tiba, pasti ada ‘bibitnya’ yg seiring berjalannya wkt, bibit ini tumbuh menjd sebuah ‘pohon’ yg besar, kenajisan bs berujung pd kemurtadan.
Jagalah hati, pikiran dan perkataan kita, Tuhan ingin memakai kita utk menjd alat kemuliaan-Nya, siapkan diri dan jgn menjd najis dlm segala hal, baik tubuh, jiwa dan roh kita.