Lebih Dahulu Dikasihi Tuhan

DI 08092014

I Yohanes 4:19 NKJV
We love Him because He first loved us.

Kita mengasihi Dia karena Dia yang pertama mengasihi kita.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa ‘mustahil’ kita bisa mengasihi Tuhan jika kita tidak pernah menyadari bahwa Tuhan telah mengasihi kita lebih dahulu. Artinya tdk ada satupun manusia yg lebih dahulu mengasihi Tuhan sblum Tuhan mengasihi Dia.

Apa itu mengasihi Tuhan? Ini beda dg rasa hormat, kagum, dsbnya. Beda jg dg prinsip manusia ttg kasih.

Tuhan ajari saya demikian :

“Niel, Aku adalah kasih (1 Yohanes 4:8), jd mengasihi itu ‘meng-Tuhan-kan Aku’. Artinya memposisikan Aku sbg Tuhan dlm hidupmu, dan kamu memperlakukan Aku sbg Tuhan dg sepantasnya. Aku yang pertama mengasihi kamu, artinya Aku memperlakukanmu spt Aku memperlakukan diri-Ku sendiri bahkan sblum kamu mengenal Aku.”

Tuhan memperlakukan diri kita masing-masing spt Dia memperlakukan diri-Nya sndri. Dia pemilik surga, krna Dia mengasihi kita, Dia ingin dlm kekekalan, kita tinggal bersama Dia di surga.

Ini bs diumpamakan spt sebuah keluarga yg pny pembantu rumah tangga yg setia dan baik. Sang majikan biasanya menunjukkan kasihnya dg tdk membedakan makanan utk si PRT. Majikan makan enak dan bergizi, si PRT kebagian jg. Anak si majikan bs sekolah, anak dr PRT akhirnya disekolahkan jg oleh majikannya.

Berbuat baik beda dg mengasihi. Itulah sebabnya Tuhan mau kita bs mengasihi sesama krna org yg bkn Kristen jg bs jauh lebih bnyk berbuat baik. Kasihi sesama spt mengasihi diri sndri. Kalau kita senang, senangkan jg sesama kita, kalau kita berkelimpahan, buat sesama kita tdk mengalami kekurangan. Itu contoh kasih kita sbg umat Tuhan Yesus.

Tuhan mengasihi kita dg semua yg mampu Dia beri dan lakukan utk kita, apakah kita jg berbuat yg sama utk Tuhan? Kasihi Tuhan bkn dg apa yg mnrut kita benar dan baik, tapi apa yg mnrut Tuhan dpt menyukakan hati-Nya. Responi kasih Tuhan dg mengasihi Dia dan sesama, bkn hanya dg perkataan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.