Seperti Ingin Mati Rasanya

DI 22092014

Hakim-Hakim 16:16 NKJV
And it came to pass, when she pestered him daily with her words and pressed him, so that his soul was vexed to death,

Dan terjadilah, ketika dia (Delila) mengganggu/merecoki dia (Simson) setiap hari dengan kata-katanya dan menekan dia, sehingga jiwanya (Simson) jengkel menuju kematian,

Karena bukan rengekan manja Delila, tapi oleh tekanan dan tajamnya perkataan Delila, Simson akhirnya membongkar sendiri rahasia kekuatannya sehingga dia bs dikalahkan org Filistin.

Di sini kita belajar bgmna iblis dan org yg berniat jahat pd kita berusaha ‘mematikan’ kita dg 2 cara : merecoki atau menyusupkan dg paksa perkataan-perkataan yg ‘melumpuhkan’ kekuatan kita dan jg melalui tekanan yg dilakukan hari demi hari. Jd ini bkn satu dua hari atau satu dua kali, berhari-hari dan berkali-kali hingga bs merobohkan benteng pertahanan kita.

Contoh sederhana saja: ketika kita sdg berjalan, 1 org berpas-pasan dg kita sambil menutup hidung, kemudian berpas-pasan lg dg irg kedua, ketiga hingga kelima, semuanya sambil menutup hidung, maka kita pasti bereaksi mengecek bau badan kita, harum atau sebaliknya. Ternyata bau badan kita harum, dan 5 org itu ‘kebetulan’ sedang flu berat, menutup hidungnya dg tissue.

Janganlah hidup bergantung apa kata org lain. Realita hidup bhw ada org yg benar-benar baik pd kita, mrka membangun kita melalui perkataannya dan tdk menekan kita, tapi jg ada org-org yg tdk senang dg kita, bcra dg perkataan yg ‘tajam mematikan’ dan itu merasuk dlm hati, ditambah dg mrka menekan kita dg berbagai hal, itu bs membuat kita merasa jengkel dan marah dan bs membuat kita merasa tdk berguna hingga ingin mati rasanya.

Perkataan yg negatif hingga perkataan kutuk selalu diarahkan pd org yg ingin melakukan apa yg benar dan sesuai dg Firman Tuhan. Selalu ada tekanan ketika kebenaran ingin ditegakkan di sebuah lingkungan yg penuh dg ketidak benaran.

Perkatakan yg baik dan jgn menekan org lain 🙂

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.