DI 30092014
Matius 5:4 NKJV
Blessed are those who mourn, For they shall be comforted.
Diberkati mereka yang bersedih/berduka, karena mereka akan dihibur.
Anda ingat Norman ‘caiya’ Kamaru, mantan anggota Brimob Sulsel yg terkenal dg joget ‘caiya caiya’? Keluar dr dinas kepolisian demi serius di dunia entertainment namun skrg hanya jd penjual bubur menado di apartemen tempat tinggalnya. Dan bekas prodesernya, pengacara Farhat Abbas di tweetnya ‘mem-bully’ Norman krna keadaan yg dijalaninya. Namun akibat dr ini, warung bubur menadonya skrg ramai dikunjungi org.
Kisah di atas mgkin ada dr antara kita yg sdg mengalaminya walau tdk sama persis. Dulu mgkin Anda sukses dan kaya raya, skrg hidup sederhana saja. Dulu terkenal skrg dilupakan semua org. Dulu disanjung skrg dihina.
Kemerosotan hidup memang bs terjadi di luar perkiraan kita. Bisnis yg kita rintis sekian tahun tiba-tiba hancur, nama baik kita ‘dicemari’ oleh kesalahan kita sendiri, mgkin anak kita terjerat narkoba, judi dsbnya. Dan mulailah ‘kicauan miring’ org lain nyaring terdengar bersahutan, membuat hati kita makin teriris dan ingin marah namun tdk bs menyalurkannya. Apa respon kita?
Spt kisah Norman di atas, akibat ‘kicauan’ Farhat Abbas, warungnya jd ramai, dulu hanya cukup utk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah dg undangan syuting dr bbrpa stasiun tv swasta, tentunya ada ‘berkat’ di balik duka. Apalg kita sbg anak-anak Tuhan, ayat ini berlaku atas kita. Dihibur saat berduka.
Sindiran dan caci maki org lain justru bs menarik berkat itu datang menghampiri kita. Berkat selalu dtg dari ‘atas ke bawah’ artinya kita hrs tetap rendah hati ketika ada yg menyindir, menghina bahkan berusaha membunuh karakter kita lewat perkataan org lain pd kita. Tdk mengeluh saat menjalani hidup kita saat ini membuat kita mampu menerima kenyataan hidup namun jg tetap punya harapan akan masa depan yg lebih baik, tdk putus asa dan tdk mudah menyerah. Ada saatnya kita pulih.