Teringat Masa Lalu

DI 02102014

Bilangan 11:5-6
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”

Orang Israel komplain soal makanan saat keluar dr Mesir krna hanya makan ‘manna’ saja, komplain dimulai ketika mereka teringat kembali waktu mereka masih di Mesir dg makanan yg lebih variarif walaupun mrka ditindas di sana.

Berhati-hatilah ketika memori atau kenangan masa lalu muncul kembali ketika situasi yg sedang kita hadapi tdk sebaik kemarin dan masa lalu. Mulai membayangkan lebih baik mana dulu atau sekarang, lebih nyaman dulu atau sekarang.

Hal spt ini pun saya alami. Dulu saya bkn Kristen, sdh 24 tahun saya jadi Kristen, ketika melihat teman atau kerabat yg hidupnya lebih mudah dan enak, pernah tersirat dlm hati: “Jadi Kristen koq malah tdk lebih baik dr yg bkn Kristen, apa-apa hrs lewati proses yg berat, tdk boleh ini dan itu, apa-apa hrs tanya Tuhan, dsbnya.” Kalau mau ditulis mgkin bs berlembar-lembar.

Ketika org Israel masuk dan mendiami tanah yg Tuhan janjikan, pasti apa yg ‘enak’ di Mesir itu tdk ‘seenak’ di Kanaan. Begitu jg dg saya, saya percaya ketika nanti telah lewati semuanya, yg saya nikmati pasti jauh lebih ‘enak’ dibandingkan ‘enak’ yg pernah saya nikmati dulu. Spt Daud, sdh diurapi Samuel jd raja, tdk langsung jd raja, hrs lewati proses demi proses hingga akhirnya dia jd raja.

Selama Tuhan beserta kita, jadilah tenang, meskipun ingatan masa lalu itu muncul, jgn kita terpengaruh olehnya. Apakah itu ingatan yg ‘manis’ atau ‘pahit’, kita hrs yakin bhw masa depan kita tdklah ‘pahit’ lagi, bahkan lebih ‘manis’ dibandingkan masa lalu. Jgn komplain dan protes pd Tuhan, sabar dan jalani prosesnya, semua indah pada waktu Tuhan. Dia tdk pernah lalai menepati janji-janji-Nya dan Dia sediakan masa depan yg penuh dg sukacita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.