Melukai Untuk Menyembuhkan

DI 06102014

Imamat 19:17 NKJV
‘You shall not hate your brother in your heart. You shall surely rebuke your neighbor, and not bear sin because of him.

Kamu tidak boleh membenci saudaramu di dalam hatimu. Kamu memang harus menegur sesamamu, dan tidak membuahkan dosa karena dia.

Saya bersyukur Tuhan kita itu Tuhan yg suka berterus terang, terlihat dr ayat ini bhw Tuhan ‘mewajibkan’ kita menegur org lain dg 2 buah alasan : spya kita tdk membencinya dan berdosa krna org itu.

Zaman dulu sblum obat bius ditemukan, semua wanita melahirkan secara normal. Selain itu misalkan ada seseorg yg tertembak, maka cara menolongnya adalah dg ‘melukai’ area sekitar peluru itu tertajam spya bs mengeluarkan pelurunya. Akibatnya jelas, pasti ada jerit kesakitan dan darah yg mengucur, namun itu cara yg ‘memang harus’ dilakukan.

Menegur itu berkaitan dg moral kita sbg org Kristen. Artinya ketika kita mengetahui ada sebuah kesalahan dan kita membiarkan atau bersikap masa bodoh, scra moral kita dianggap ‘setuju’ dg kesalahan itu. Kalau kita tdk setuju, jgn diam, tunjukkan moral kita dg menyatakan ketidak setujuan terhadap kesalahan itu dan ini yg penting : kita WAJIB menegur org yg membuat kesalahan itu.

“Nanti dia tersinggung, marah, bisa-bisa dia benci kita, daripada musuhan ya diamkan saja.”

Terserah Anda mau bersikap demikian, tapi Anda akan berurusan dg Tuhan. Kenapa? Krna sdh ada Firman Tuhannya ttg hal ini dan kita akan diminta pertanggung jawaban oleh Tuhan.

Jgn jadi Kristen ‘abu-abu’, putih bukan hitam jg bukan. Kalau kita cinta Firman Tuhan, lakukan tepat sesuai yg diperintahkan, tdk boleh dikurangi atau ditambahi.

Menegur pasti menimbulkan ‘luka’, tp itulah justru yg membuat org lain ‘sembuh dan selamat’ dr luka batin yg dimilikinya. Kita hrs tega ‘melukai’ supaya ‘peluru luka batin’ itu bs dikeluarkan dr sesama kita. Kita pilih org itu dipulihkan atau terpuruk makin dalam? Kalau kita mengasihi, kadang perlu ‘melukai’.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.