DI 13102014
Keluaran 20:12 NKJV
Honor your father and your mother, that your days may be long upon the land which the Lord your God is giving you.
Hormati ayahmu dan ibumu, supaya hari-harimu menjadi panjang/lama di atas tanah yang mana Tuhan berikan kepadamu.
Moment pernikahan biasanya identik dg kebahagiaan apalg jika ternyata kisah di balik moment ini penuh dg perjuangan dan akhirnya sampailah di hari yg membahagiakan ini.
Sesungguhnya lebih berarti kita menghadiri Sakramen Pernikahan Kudus yg kita kenal dg Pemberkatan Nikah drpd resepsinya krna resepsi hanyalah perayaannya, sedangkan dlm Pemberkatan Nikah itulah mrka resmi menjd suami isteri di hadapan Tuhan dan kita.
Biasanya ada sesi kedua mempelai dtg menghampiri masing-masing org tua atau wali jika org tua mrka ada yg sdh meninggal. Ada 2 hal yg biasanya dilakukan:
Pertama, ucapan terimakasih : ‘Pa, Ma, aku berterimakasih sdh dilahirkan, dirawat, disekolahkan dan skrg menikah, mohon doa restunya buat kami.” Dan diakhiri dg memeluk papa mama.
Kedua, minta maaf : “Pa, Ma, aku minta maaf sdh bnyk salah dari sejak lahir sampai hari ini, sering buat papa mama marah, kecewa, aku janji mulai skrg mau senangkan papa mama.”
2 hal ini biasanya membuat kita terharu, ketika seorg ayah dan ibu ‘melepas’ anaknya yg sdh dewasa utk berkeluarga dan sepenuhnya bertanggung jawab atas hidupnya sndri. Rasa haru dan bangga bs menyelenggarakan pernikahan anaknya.
Menghormati ayah dan ibu itu perintah Tuhan, bkn pilihan. Ada sanksi jika kita mengabaikannya dan kita lgsg berurusan dg Tuhan. Berterimakasih dan meminta maaf pd org tua tentunya bkn hanya di moment pernikahan, tp di saat itu hrs dinyatakan dlm keseharian hidup kita.
Sebuah perkataan yg jg mengharukan adalah : “Pa, Ma, ini (suami/istrinya), mohon terima ya jadi bagian keluarga kita, kasihi spt papa mama mengasihi aku.”
Ada sesuatu yg baru kita terima ketika terjadinya sebuah pendamaian.