DI 16102014
Kisah Para Rasul 21:1
Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara.
Perpisahan, siapapun umumnya tdk menghendaki bila hubungan yg terjalin sdh sangat baik dan erat. Berat dan sedih rasanya, namun itulah realita hidup.
Setelah lulus sekolah biasanya ada acara perpisahan, ketika kita atau rekan kerja ‘resign’ dr pekerjaan, biasanya ada moment perpisahan. Bahkan ketika presiden SBY nanti selesai masa tugasnya biasanya ada pidato ‘perpisahan’ seluruh rakyat.
Ada perpisahan utk waktu yg sebentar, misalnya anak yg sekolah di luar negeri, suami yg kerja di luar negeri, ada jg perpisahan utk waktu yg lama, biasanya ini karena ada kematian org yg kita kasihi.
Putus cinta jg sebuah perpisahan, entah justru demi kebaikan atau justru krna kecewa, pasti sakit sekali rasanya. Apalg jika perceraian terjd, itu tdk Tuhan kehendaki.
Memaknai hidup ketika masih bersama itu hrs jd sesuatu yg kita pahami. Bersyukur masih berkumpul, kalau ada sedikit ‘pertengkaran’ itu wajar, tp mari kita isi kebersamaan ini dg kasih dan saling berbuat baik. Suatu saat mgkin terjd perpisahan, ketika itu terjd maka kita tdk menyesal krna sdh mengisi kebersamaan itu dg bnyk kenangan yg baik.
Saya pribadi menyadari bhw suatu saat akan meninggalkan semuanya, dan saat menghadap Tuhan, hrs mempertanggung jawabkan semuanya pd Tuhan. Semua tergantung pd apa yg saya buat terhadap sesama selama saya hidup di dunia ini. Biarlah ini memotivasi kita utk melewati detik demi detik hidup ini dg hal yg baik dan mengasihi sesama.
Siap tidak siap, pasti akan ada perpisahan, ada yg membawa rasa haru, kangen dan juga rasa bangga. Biarlah perpisahan yg terjd bkn krna rasa kecewa dan benci, itu tanda ada seauatu yg tdk beres, dan ujungnya adalah penyesalan yg mendalam.
Selama masih ada kesempatan, tunjukkan kasih kita, perhatian kita.