DI 08112014
Wahyu 3:17
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Tdk semua org Kristen suka akan firman Tuhan, tdk suka jgn langsung diartikan benci, bs jg berarti tdk tertarik dg Firman Tuhan. Namun justru firman Tuhanlah yg selalu memberitahukan siapa kita yg sebenarnya.
Manusia bs sungkan utk berterus terang dg kita, yg paling ‘jujur’ biasanya org tua dan sdr kandung kita sndri, krna kita tinggal bersama mereka. Teman dan org yg kita kenal malahan sungkan bcra apa adanya ttg kita dg alasan : menjaga perasaan kita.
Kemunafikan pny 2 arah : ke dalam dan ke luar, ke dalam berarti yg di mulut beda dg yg di hati, tdk pny integritas diri. Sedangkan ke luar berarti menunjuk keburukan org lain seolah-olah kita tdk sama dg org itu, padahal kita lakukan jauh lebih buruk dibandingkan org itu. Org yg munafik itu sengaja memburukkan diri dg membungkusnya dg rasa tdk bersalah sama sekali.
Benarkah kita suka kejujuran? Kita tdk ingin dibohongi, tp seringkali kita tdk siap bahkan tdk ingin mendengar perkataan jujur dr org lain. Ketika mrka jujur justru kita marah, tersinggung dan benci. Aneh, tdk ingin dibohongi tp tdk suka mendengar org lain jujur terhadap kita. Itulah munafik. Bilang iya, pdhal tdk di dlm hati.
Yg paling penting adalah apakah kita terbuka dan jujur dg diri kita sndri? Marah dan kecewa dg apa yg dialami dan tdk berani mengakui kesalahan dan kelemahan adalah bentuk pembohongan terhadap diri sndri. Selalu org lain yg kita salahkan, jd ‘kambing hitam’ dan kita berusaha membuat kita terlihat tdk bersalah dan sbg korban. Ketika bnyk org tahu yg sebenarnya, simpati terhadap kita berubah jd hujatan.
Tuhan itu selalu berterus terang, itu demi kebaikan kita. Ditegur Tuhan berarti masih disayang Tuhan, masih jd ‘anak’ Tuhan, diajar dan dididik.