Ujian Iman Kita

DI 20052023

Kejadian 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Ujian iman Abraham justru terjd saat apa yg Tuhan janjikan dan yg ia imani itu terwujud & bagi Abraham, apa yg Tuhan minta ini ialah suatu hal yg sangat berat.

Abraham hrs mempersembahkan Ishak sbg korban bakaran, artinya dgn tangannya sndri dia yang hrs menikam anaknya hingga mati, setelah itu kemudian hrs dimutilasi lalu baru dibakar. Kalau orang zaman sekarang diberi perintah itu pasti sudah menengking suara itu dalam nama Yesus. Apa-apaan ini, masa anak tunggal hrs dijadikan korban bakaran? Lalu utk apa dulu dijanjikan dan dinubuatkan akan punya anak? Mgkin sebagian org akan bertindak menyuruh anaknya pergi menjauh spya punya alasan ketika Tuhan bertanya. Di kisah ini memang tdk tertulis bgmna reaksi Abraham saat mendengar perintah Tuhan itu tp yg kemudian tercatat adalah bhw dia taat dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Hingga detik-detik dia sndri yg hrs menikam Ishak, Abraham dgn teguh melakukannya. Ini suatu ujian iman yg berat bagi siapapun yg mengalaminya, dan Abraham berhasil lulus dlm ujian ini.

Kadang kita tertipu dgn pemikiran yg bilang bahwa kalau kita diberkati Tuhan itu berarti bukti kita ini sudah lulus ujian. Ingat bahwa ada hukum tabur-tuai, hasil yang kita nikmati adalah tuaian dari apa yg kita tabur, jd kalau kita kaya, itu sebagian memang berkaitan dg hukum tabur tuai, kita kerja keras maka kita akan menikmati hasilnya. Kita kaya karena Tuhan yg menjadikan kita kaya, benar, tp hal ini justru bs menjd bahan ujian iman kita yg berikutnya. Jgn terlena kalau kita sdh lulus dr 1 ujian yg berat, berarti situasi sdh aman dan kita tinggal menikmati hasilnya. Ingatlah ttg ujian iman yg Ayub hadapi, berapa kali? 1 kah? Tidak, tapi 3 kali! Pertama, kehilangan semua anak, ternak dan sebagian besar dari hartanya, tinggal rumahnya dan istrinya, yg kedua Ayub diuji dlm hal kesehatannya, sakit parah tp sengaja dibuat tdk mati, ketiga, dia diuji imannya ketika 3 sahabatnya berdebat ttg situasi yg dia alami. Jangan berpikir ujian itu hanya sekali saja, bs saja lebih dari sekali dan terjd di waktu yg berdekatan.

Jgn terlena dgn keadaan kita hari ini, ujian dr Tuhan bs datang kapan saja secara tiba-tiba, siapkah kita menghadapinya? Tetaplah bnyk berdoa dan jgn terikat pd apapun yg ada di dunia ini.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.