‘Selfie’ Rohanimu

DI 17112014

Yehezkiel 20:43 NKJV
And there you shall remember your ways and all your doings with which you were defiled; and you shall loathe yourselves in your own sight because of all the evils that you have committed.

Dan di sana kamu akan mengingat jalan-jalanmu dan semua yang kamu lakukan bersama yang mana kamu menjadi cemar; dan kamu akan membenci dirimu sendiri di dalam pandanganmu sendiri karena segala kejahatan yang telah kamu lakukan.

Benci melihat diri sendiri, ini yg Tuhan katakan dlm ayat ini, dan sebenarnya kitapun hrs bs melihat keadaan diri kita khususnya keadaan rohani kita. Istilahnya ‘selfie rohani’.

Selfie itu mengambil foto diri sndri atau bersama org lain dg menggunakan kamera depan yg skrg telah ‘wajib’ tertanam dlm ponsel, bs dibantu dg ‘tongsis=tongkat narsis’ utk pengambilan foto yg lbh baik. Menggunakan kamera blkg utk memfoto diri sndri lebih sulit dilakukan.

Spt ‘dual camera’ pd ponsel, kitapun hrs punya ‘mata rohani’ yg bs melihat dg jelas : apa yg ada di luar diri kita, dan jg apa yg ada di diri kita. Ini spya kita tdk membuang-buang waktu mengurusi hidup org lain dan lupa membenahi diri sndri.

Kita memang hrs memperhatikan keadaan org-org di sekitar kita, tp hrs ‘pas’ porsi utk itu. Ada batas-batas etika maupun batas-batas privacy yg tdk boleh kita lewati. Segala sesuatu yg ‘berlebihan’ biasanya menimbulkan dampak yg kurang baik. Jgn terlalu memperhatikan hidup org lain sampai kita lupa memperhatikan keadaan diri kita sendiri.

Spt dual camera pd ponsel, resolusi pixel kamera depan biasanya lebih kecil dr kamera belakang, artinya bs lebih jelas menangkap gambar menggunakan kamera belakang, lgsg muncul di layar ponsel. Ini menggambarkan, kita biasanya lebih jelas bs melihat hidup org lain dibandingkan diri kita sendiri krna lebih mudah melakukannya.

Brpa porsi waktu yg kita gunakan utk melihat keadaan diri kita sendiri? Biarlah kita jg senang meng-selfie rohani kita dg porsi yg ‘pas’.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.