DI 18072023
2 Samuel 5:4-5
Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.
Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.
Sejak diurapi oleh Samuel menjd raja hingga Daud benar-benar menjd raja, dia hrs jalani proses lebih dari 10 tahun dan semuanya itu membuat Daud bs berkuasa 40 tahun.
Kalau kita perbandingkan antara raja Saul dg Daud, terlihat perbedaan yg perlu dicerna dg baik, Saul terpilih menjadi raja tanpa melalui proses spt yang Daud alami, meskipun Saul hingga matinya tetap sbg raja, tapi kematian yg dia alami sangat tragis, sedangkan Daud di hari kematiannya ada dlm keadaan damai dan kerajaan Israel ada dlm masa kejayaan. Menjd seorg pemimpin tdk hanya cukup pny kemampuan yg hebat, fisik yg bagus, tetapi jg ketaatannya pd perintah Tuhan menjadi 1 faktor penentu yg sangat penting. Saul tidak taat pada perintah Tuhan, takut kehilangan dukungan dr rakyat, membuat dia bertindak melawan Tuhan dan semakin terpuruk dlm dosa-dosa lainnya. Dia hrs kehilangan bnyk keturunannya dan keturunan yg tersisa tidak ada yg menjd raja atas Israel. Beda dg Daud yang mau taat pd Tuhan sehingga keturunan setelah dia tetap memimpin sbg raja Israel.
Keduanya pernah melakukan dosa yg keji di mata Tuhan, tp knpa Daud tidak digantikan oleh Tuhan? Dlm diri Daud ada pertobatan & Daud sadar bahwa tahtanya itu milik Tuhan, tidak dipertahankan seandainya Tuhan akan mengambil dan memberikannya pr org lain. Seringkali org ketika dipercaya Tuhan untuk satu jabatan tertentu, lupa bahwa semuanya itu adalah milik Tuhan, dan dia tidak tela jika Tuhan memberikannya pd org lain. ‘Mencuri’ dr Tuhan, ‘mencuri’ kemuliaan Tuhan, itulah kalimat yg sering kita dengar ketika seseorg mulai merasa memiliki & mempertahankan apa yg diklaim sbg miliknya yg sebenarnya adalah milik Tuhan. Tidak ada pemimpin yg sempurna, tidak ada cara memimpin yg juga sempurna, kecuali semuanya itu ditambahi dg ketaatan pada perintah Tuhan. Pemimpin jgn berubah menjd yg dipimpin, jgn spt Saul yang takut kehilangan dukungan rakyat shga berani melawan perintah Tuhan.
Proses menuju promosi Tuhan, itu membuat org yg menjalaninya mendapatkan semua yg dia butuhkan ketika dia mulai memimpin pd jabatan yg dipercayakan padanya.