Menghindari Kesibukan Pelayanan

DI 24072023

Lukas 5:14-16 (TB)
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Org kusta yg disembuhkan oleh Yesus tetap menceritakan ttg apa yg Yesus telah lakukan pada dirinya walaupun sudah dilarang oleh Yesus, dan akibatnya pergerakan Yesus juga mengalami hambatan.

Kalau zaman skrg, justru org-org mengambil kesempatan utk makin tenar dan dibanjiri dg permintaan jadwal pelayanan ketika karunia utk menyembuhkan dan melakukan mujizat bs mereka lakukan. Alasannya sih terdengar rohani: biar kemuliaan Tuhan makin banyak terjadi dan membuat banyak org bertobat & datang pd Tuhan. Siapa yg tahu kalau uang yg menjd motivasinya, mumpung lagi tenar, raup uang sebanyak-banyaknya dari plynan karena diundang sana sini, tidak selamanya akan selalu ‘di atas’. Karunia Tuhan menjadi ‘dagangan’ demi menjadi kaya dr pelayanan. Tapi anehnya, Yesus saat itu tidak ingin jadi diketahui keberadaan-Nya, dan alasan yang akhirnya kita ketahui dr cerita yg saja namun dr kitab Injil yg berbeda yaitu dlm Lukas 5:16 yaitu: Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Jadi alasannya supaya Yesus bisa berdoa secara khusus.

Berdoa kan bs kapan saja, di mana saja, tapi knpa Yesus hrs menyendiri ketika ingin dgn khusus berdoa? Doa yg Yesus lakukan beda dgn yg org umum lakukan: Yesus dan Bapa bs berkomunikasi dgn bebas, sedangkan yg org umum lakukan adalah berdoa 1 arah, tdk terjd komunikasi dgn Tuhan dan isinya cuma laporan dan meminta berkat. Berdoa di saat dan lokasi yg sunyi, itu yg banyak kita baca ttg bgmna Yesus berdoa. Musa hrs bbrp kali naik ke gunung dan Tuhan bicara dengan dia di sana. Ada saatnya kita ‘menciptakan wkt’ khusus utk berdoa pd Tuhan, berpuasa dan meninggalkan semua aktivitas sementara waktu. Beda dgn zaman skrg: org berpuasa tp tetap bekerja, berbisnis, dsbnya. Akibat yg didapat bukan keintiman dgn Tuhan, tetapi berat badan bertambah karena mengakhiri puasa dgn makanan yg terlalu banyak. Sedih memang dgn praktek puasa yg demikian, yg hanya jadi ritual rohani tanpa terjadinya satu keintiman dgn Tuhan yg lebih lagi.

Kapan kita secara pribadi berdoa spt yang Yesus lakukan? Berkomunikasi dgn Tuhan dan menerima yg ilahi dr Tuhan? Atau yang kita lakukan hanyalah sebuah topeng yang sudah mengelabui mata banyak orang dgn menilai kita sbg org yg intim dgn Tuhan?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.