Mengutamakan Ajaran Kristus

DI 28072023

Kisah Para Rasul 16:1
Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.

Timotius itu bukan org Yahudi murni, ibunya memang seorg Yahudi yg percaya pd Injil, tp ayahnya seorang Yunani, tdk tercatat apakah ayahnya Timotius ini percaya pada Injil atau tidak.

Kita tentu paham dengan budaya org Yahudi terhadap mereka yg melakukan pernikahan dgn org non Yahudi, misalnya terhadap org Samaria, diperlakukan sbg org bukan Yahudi dan jadi warga ‘kelas dua’. Kisah Yesus yang bertemu dgn perempuan Samaria (Yohanes 4) menjd gambaran bgmna org Samaria itu diperlakukan. Tapi dlm kisah ini, rasul Paulus justru membawa serta Timotius yang adalah bukan org Yahudi murni utk menyertainya di dlm perjalanan penginjilannya, menyuruhnya utk disunat supaya bs diterima oleh jemaat yg adalah org-org Yahudi. Jd jelas Timotius saat itu hidup tidak mengikuti semua aturan dlm hukum Taurat meskipun ibunya seorang Yahudi. Tapi ini adalah masalah penginjilan, hidup keKristenan, jadi tdk menggunakan yg ada dlm hukum Taurat, tapi berdasarkan apa yg disebut dgn hukum kasih karunia, semua org yg percaya pada Tuhan Yesus Kristus itu sama kedudukannya di hadapan Tuhan, dari manapun asal latar belakang kelahirannya.

Kita hidup dgn segala aturan yg ada, mulai dari budaya yg berlaku sesuai dgn kelahiran kita, kalau dilahirkan sbg org daerah A, maka kita terikat dgn budaya sbg org daerah A jg. Kemudian ada nilai-nilai etika dan moral yg berlaku di masyarakat secara umum, karena kita warga negara Indonesia, kita terikat dgn aturan, etika dan nilai moral yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia ketika hidup dlm masyarakat. Demikian juga saat kita percaya pd Injil dan menjd org Kristen, kita tunduk pd semua aturan yg diberlakukan terhadap org Kristen di seluruh dunia. Namun terkadang ada sebagian aturan dan budaya yang justru tdk sejalan, mana yg hrs kita terapkan? Jelas bhw aturan Tuhan hrs ada di atas aturan yg lainnya ketika diperhadapkan dgn pilihan utk bgmna hrs bersikap pd kondisi tertentu. Taat pd Tuhan hrs lebih dr taat pd manusia, hal ini bisa kita lihat saat para rasul disidang akibat memberitakan Injil: Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia (Kisah Para Rasul 5:29).

Kedudukan aturan Tuhan harus ada di atas aturan yg lainnya, namun perlu hikmat dari Tuhan utk mempraktekkannya, karena tidak selalu mudah utk menerapkan aturan Tuhan di atas aturan lain yg telah ada.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.