Perhatikan Lebih

DI 20112014

Ibrani 2:1 NLT
So we must listen very carefully to the truth we have heard, or we may drift away from it.

Jadi kita harus mendengar dengan sangat berhati-hati/baik-baik pada kebenaran yang telah kita dengar, atau kita mungkin menyimpang dari itu.

Kita pasti pernah mencari alamat sebuah rumah yg sblumnya blm pernah kita datangi, sudah masuk kompleknya pun kita hrs perhatikan blok dan nomor rumahnya, jika kurang diperhatikan, kita be terlewat bahkan tersesat.

Ayat ini mengajar kita utk melakukan 2 hal penting ketika mendengar ttg kebenaran, misalnya ketika kita mendengar ttg khotbah atau renungan pembahasan Firman Tuhan.

Pertama : Dengarkan dengan sangat berhati-hati.

Firman Tuhan itu kebenaran (Yoh 17:17), namun org yg menyampaikannya bs ‘salah’ mengartikan atau menafsirkan isi dr firman Tuhan itu. Akan ada bnyk pengajaran palsu yg menyesatkan. Bkn firman Tuhannya yg salah, tp org yg menyampaikannya.

Ini spt meneliti uang asli dan palsu, tdk bs langsung hanya dg mata, tp kadang perlu diraba dan diterawang. Org yg tdk berhati-hati mendengar firman dan menerima pengajaran, sangat besar kemungkinannya utk disesatkan. Bnyk org memakai Firman Tuhan utk kepentingannya sndri dan mengambil keuntungan dr org lain. Hati-hati.

Kedua, dengarkan baik-baik, ‘bayar’ dengan memberi perhatian lebih.

Kalau sdg meeting di kantor lalu sambil main games, pastilah kita lebih konsentrasi main games drpd meetingnya. Begitu jg ketika kita bcra dg seseorg, lalu ada panggilan masuk di telepon, hrs pilih mau lanjut pembicaraannya atau tunda dulu dan menerima telepon yg masuk. Tdk bs kedua-duanya sekaligus, nanti keduanya kacau percakapannya.

Dengarkan Firman Tuhan dg perhatian yg cukup spya kita tdk salah mengerti makaud dr firman itu. Walaupun kita sulit mengertinya, minimal ingat dulu secara ‘hurufiahnya’, artinya secara kalimatnya bagaimana bunyinya. Nanti kita bs bertanya atau minta Roh Kudus mengajar kita ttg topik itu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.