Tega itu Tegas

DI 18122014

Kejadian 21:14
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Jika kita berpikir secara manusiawi, pertama ttg Tuhan, Tuhan setuju dg Sara supaya Hagar dan Ismael ‘diusir’ dr rumah Abraham, kemudian Tuhan jugalah yg menyuruh Abraham mempersembahkan Ishak sbg korban bakaran di gunung. Kedua, ttg Abraham, kenapa tega menyuruh isteri/gundik dan anaknya pergi keluar dr rumah dan jg Abraham rela Ishak dipersembahkan sbg korban bakaran. Secara pikiran manusia mgkin kalimat ini mewakili: koq tega ya?

Ada rasa tega yg baik dan jg yg negatif. Tega yg negatif misalnya berlaku jahat terhadap org yg dekat, sifat ‘pelit’ tdk berbagi meskipun sebenarnya bs berbagi dsbnya. Tega yg baik kelihatannya ‘kejam’ tapi hasilnya mendatangkan kebaikan.

Yesus pernah berkata bhw cungkillah matamu jika itu membawa kita ke neraka (Matius 5:29), mgkin spt tindakan ‘amputasi’, mengorbankan salah satu anggota badan demi kesehatan anggota badan lainnya. Ada hal-hal yg Tuhan mau kita ‘amputasikan’ dr diri kita karena bs menyesatkan hidup kita dan merusak apa yg baik. Misalnya gaya hidup tidur tengah malam shga bangun kesiangan, demi bisa beraktivitas dg tdk mengantuk hrs ‘mengamputasi’ kebiasaan tdr tengah malam dr hidup kita setiap hari, mulai dg pola tidur yg baik.

Tega itu tegas, kalau tegas harus tega. Tdk ada kompromi atau pengecualiaan. Sebenarnya setiap kita tahu apa yg tdk baik dan apa yg kurang baik yg hrs kita ‘buang’ dr hidup kita, namun itulah yg memberi kita kesenangan tapi akhirnya mengikat kita sbg sebuah kebiasaan buruk. Kalau kecanduan main games di handphone dan efeknya buruk bagi kita, harus tega men-delete dan jgn download lg. Sdh tahu dosa itu upahnya maut, jgn bermain mata dg dosa, jgn tergoda lg melakukannya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.