DI 07082024
Ibrani 4:12 ILT3
Sebab, firman Elohim-lah yang hidup dan berkuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun, juga sanggup membelah hingga terpisahnya jiwa dan roh serta sendi-sendi dan sumsum-sumsum, bahkan sanggup membedakan pikiran-pikiran dan niat-niat hati;
Firman Tuhan sanggup memisahkan jiwa & roh, sanggup membedakan antara pikiran & niat hati, jadi ternyata dlm diri kita terdapat lebih dari 1 ‘suara’ yg berbicara.
Contoh sederhana yg sering kita alami yaitu ketika kita berniat utk membeli sesuatu, ada ‘suara’ yg berkata beli saja, tapi ada ‘suara’ lain yg berkata jangan beli, tunggu dulu. Hal ini tentu menimbulkan sedikit pertentangan dlm diri kita: beli atau tidak? Pikiran & suara hati nurani dimiliki oleh setiap hati manusia, tapi karena benih dosa ada dlm kedagingan kita, seringkali benih dosa ini berusaha utk mempengaruhi pikiran kita, sehingga kalau diteruskan, ini akan menghasilkan pikiran utk berbuat dosa yg kemudian lahirlah satu perbuatan dosa pd akhirnya. Firman Tuhan itu sanggup memisahkan antara roh dengan jiwa, roh yang sifatnya penurut lebih mudah utk menerima firman Tuhan drpd jiwa yang memiliki ‘pikirannya’ sendiri. Jgn heran jika banyak muncul pemikiran sesat, apa yang dikategorikan sbg sebuah dosa oleh firman Tuhan, tetapi dianggap sesuatu yg normal oleh pikiran yg ada dlm jiwa manusia.
Firman Tuhan atau pikiran kita sendiri yang akan kita ikuti? Ini sebanding dgn apa yang ditanyakan dlm sebuah ayat: lebih taat pada manusia atau Tuhan? Tiap org berbeda dlm menempatkan posisi firman Tuhan di dalam hidupnya, ada orang yg menganggap firman Tuhan itu sudah kuno, tdk sesuai dg zaman sekarang, tdk usah dipraktekkan, ada orang yg menganggap firman Tuhan itu pelengkap saja, sudah ada nilai moral, etika, dsbnya, yg dihasilkan oleh budaya dan peradaban, jadi bgmna dgn org Kristen? Firman Tuhan hrs jd pedoman hidup, karena firman Tuhan itu murni, kudus, lebih tajam utk membedakan antara apa yg baik dan jahat, antara yg dosa dgn yg bukan dosa. Firman Tuhan haruslah menguasai jalan pikiran kita. Jgn justru dgn sengaja mencari ayat untuk membenarkan jalan pikiran kita yg mengarah pd jalan yang ‘tdk lurus’, yg bertentangan dgn nilai hidup sesuai standart Tuhan.
Sejauh mana ketaatan kita pd firman Tuhan dlm keseharian kita? Usahakan utk taat dgn penuh tanpa kompromi, maka hidup kita ini akan punya nilai hidup yg berharga.
-
Recent Posts
Archives
Categories
Meta