Tuhan Merasa Dikasihi?

DI 02012015

Matius 15:8 NKJV
‘These people draw near to Me with their mouth, And honor Me with  their lips, But their heart is far from Me.

Orang-orang ini mendekat kepada-Ku dengan mulut mereka, dan menghormati Aku dengan bibir mereka, tapi hati mereka itu jauh dari-Ku.

Kasih itu harus mendapat pengakuan dari org yg dikasihi, barulah kita sadari kasih kita itu benar-benar terasa atau tidak.

Sangat menyakitkan jika kita sudah lakukan dan berikan segalanya tapi ternyata respon dr org yg kita kasihi ternyata berkata: “Sejujurnya, aku tidak merasa dikasihi dan disayang.” Artinya kita gagal dlm mengasihi org itu.

Seandainya yg berkata demikian adalah org tua, suami/isteri bahkan anak-anak kandung kita, betapa menyedihkan rasanya. Lebih sedih lagi mereka yang tdk merasakan kasih kita.

Harta tdk bs dibandingkan dg perhatian dan waktu baik kualitas maupun kuantitasnya. Kadang kita mengasihi dg cara dan pengertian kita sendiri. Saya mengasihi, krna itu saya lakukan A utk org yg saya sayangi dan saya berikan B, padahal mereka ingin kita lakukan C dan diberikan D. Akibatnya jelas, rasa kasih sayang tdk tepat sasaran dan sia-sia.

Beranikah Anda mengajukan sebuah pertanyaan ini pd Tuhan: “Tuhan, apakah Engkau merasa aku mengasihi Engkau?”

Kita pikir sdh mengasihi Tuhan dg lakukan ini dan itu, tapi tetap Tuhanlah yg merasakan atau tidak kasih kita kepada-Nya. Org boleh lihat kita sepertinya mengasihi Tuhan tapi jika Tuhan tdk merasa dikasihi oleh kita, penilaian org lain itu sebuah ‘kepalsuan’. Org boleh lihat kita sptnya menyayangi anak kita tp kalau anak kita sndri merasa tdk disayangi, maka semuanya sia-sia. Jgn mengasihi dg cara kita sendiri, krna seringkali cara kita mengasihi itu salah dan cuma membuat kita merasa sdh mengasihi, itu perasaan yg semu dan naif.

Apakah Tuhan merasa dikasihi oleh kita? Jawabannya tentu hrs Tuhan sndri yg memberi jawaban, bkn diri kita sndri ataupun org lain. Apa jawaban-Nya?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.