Gunakan Uang Untuk Persahabatan

DI 20012015

Lukas 16:9 NKJV
“And I say to you, make friends for yourselves by unrighteous mammon, that when you fail, they may receive you into an everlasting home.

Dan Aku berkata kepadamu, buatlah persahabatan untuk dirimu sendiri oleh mammon yang jahat, supaya ketika kamu gagal, mereka boleh menerimamu ke dalam rumah yang abadi. 

Mammon bcra ttg uang dan harta. Tuhan Yesus mengajar kita utk menggunakan uang untuk bersahabat dengan orang lain. Bersahabat itu jenis sebuah hubungan yang di dlmnya terdapat kesetaraan di antara 2 org yg mengikat persahabatan.

Kekayaan bukanlah sebuah ciri satu-satunya org yg diberkati Tuhan, ingat bukan satu-satunya ciri. Kisah Lazarus yg miskin dan org kaya dlm Lukas 16:19-31 menjelaskan pd kita bhw kemiskinan atau kekayaan bukanlah syarat utk bisa masuk surga. Tuhan menilai cara kita hidup bukan kita miskin atau kaya.

Manusia tentulah terdiri dr beragam tingkatan status sosial, ada yg dr kalangan atas, menengah atau yg sederhana (miskin), yang sering terlihat adalah org yg kaya memperlakukan org yg selevel atau di atas levelnya dg baik sekali, tapi banyak juga yg memperlakukan org yg di level menengah ke bawah dg kurang pantas. Level pendidikanpun kadang menjadi tolak ukur siapa yang boleh menjadi teman atau tidak.

Uang memang lekat dg kekuasaan, kalau kita kaya bkn berarti boleh memperlakukan org lain semaunya kita. Kekurangan yg dimiliki oleh org lain bukanlah sesuatu yg boleh kita eksploitasi, jd bahan guyonan lalu kita berikan sejumlah uang dg mengatas namakan ‘berkat dari Tuhan’ untuk mereka. Apa bedanya mereka dg badut kalau begitu?

Gunakan uang utk membangun persahabatan dg org lain, bersahabat itu ‘setara’, bukan ‘atasan dan bawahan’, semakin kita banyak uang seharusnya diimbangi dg etika bagaimana memperlakukan org lain dg benar. Bukan hanya berbuat baik tapi juga harus tulus artinya tdk ada niat buruk, tdk ada niat untuk mengeksploitasi dan memanipulasi teman.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.