DI 23012015
Mazmur 34:1
Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi
Kisah detailnya tdk tercatat dlm Alkitab ttg situasi yg Daud alami bersama Abimelekh, dan ada perbedaan nama yg digunakan dlm terjemahan Indonesia shga sebenarnya Abimelekh adalah imam saat Daud menjd raja (1 Tawarikh 18:16) dlm terjemahan Inggris tetap memakai nama Abimelech sedangkan terjemahan Indonesia ditulis Ahimelekh.
Seorg raja sampai hrs pura-pura gila di dpn imamnya, tdk diketahui apa alasannya krna tdk diceritakan dlm Alkitab, entah apakah Daud telah jd raja dan Abimelekh jd imam, tp pasti situasi yg Daud alami tdk baik atau mgkin menekan dia. Depresi dialami Daud, tapi dia tetap bisa memuji Tuhan.
Bukankah Daud diurapi Tuhan? Bukankah dia disertai Tuhan? Tp mengapa sampai hrs pura-pura gila?
Tiap org pasti pernah mengalami situasi yg tdk baik dlm hidupnya shga org itu bertindak ‘tidak wajar’. Kita mgkin terkejut knpa bisa berlaku demikian apalg jika org itu dikenal ‘intim dengan Tuhan’. Di mana penyertaan dan pembelaan Tuhan atas org itu?
Mari kita belajar utk tdk menghakimi dan menuntut org lain utk jd sempurna, setiap org mengalami tekanan, godaan dan masalah, apapun profesinya, apakah hamba Tuhan atau jemaat, semua mengalaminya. Kita semua masih manusia, ada kedagingan dan bs tdk setia suatu saat. Seharusnya kita justru menopang mereka, menguatkan atau kalau memungkinkan menolong mereka keluar dr situasi dan masalah yg dihadapi. Sedikitlah berkomentar dan banyaklah memberi support, ini lebih baik utk mereka.
Jgn jadikan bahan gosip apa yg org lain sedang alami, ajaklah org lain utk minimal turut mendoakannya, ajak utk ikut memberi penghiburan dan semangat. Praktekkan kasih dan bkn penghakiman, krna nantinya Tuhan yg akan menghakimi kita. Menabur angin akan menuai badai (Hosea 8:7).
Tetaplah memuji Tuhan apapun situasi yg kita hadapi, dtglah pd Tuhan dan alami mujizat-Nya.