Menjual Harta

DI 29012015

Kisah Para Rasul 2:45 NKJV
and sold their possessions and goods, and divided them among all, as anyone had need.

dan menjual harta mereka dan harta benda, dan membagikannya di antara mereka, sehingga setiap orang memiliki kebutuhannya.

3000-an jemaat pertama setelah Petrus brrkhotbah di hari pencurahan Roh Kudus punya sebuah ciri unik yaitu : menjual hartanya dan berbagi dengan sesama sehingga semua org memiliki apa yg dibutuhkannya.

Petrus tdk berkhotbah ttg ‘duit’ tp mereka yg meresponi berita keselamatan memberi diri dibaptis dan hidup dlm sebuah komunitas yg baru yaitu komunitas org yg percaya akan Injil Kristus. Di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada, kalau hati kita dijamah oleh kasih Kristus maka pasti harta kita juga ‘dijamah’ Tuhan.

Jgn langsung berpikir jumlah harta kita lgsg dibuat Tuhan berlipat ganda, justru sebaliknya, kita ‘menjual’ harta kita dan berbagi dg sesama. Zakheus dlm Lukas 19:8 ketika ‘dijamah’ Tuhan langsung hartanya ikut ‘dijamah’ Tuhan : 1/2 hartanya dibagikan utk org miskin dan dia mengembalikan 4x lipat uang org yg diperasnya. Apa yg pernah Yesus tawarkan pd seorg muda yg kaya utk menjual hartanya akhirnya terjd saat jemaat mula-mula.

Coba periksa diri kita, apa benar hati kita sdh dijamah Tuhan? Tdk cukup menangis terharu atau rajin ikut persekutuan dan ibadah, (maaf) seharusnya harta kita ikut ‘dijamah’ Tuhan juga, kita gunakan harta utk berbagi dg sesama shga tdk ada yg kekurangan.

Kalau masih ada sifat ‘pelit’ dlm diri kita maka sangat diragukan hati kita sdh mengalami pemulihan Tuhan. Dulu mgkin uang jd nomor 1 dlm hidup kita, setelah bertobat seharusnya Tuhan yg jadi nomor 1, uang ada di urutan lebih bawah. Jika kita hidup pd zaman ayat ini, kita bs memahami bhw harta tdk sebanding nilainya dg keselamatan dr Tuhan.

Harta tdk kita bawa mati, harta hanya bs mengantar kita ke pemakaman, gunakan harta kita jg utk memuliakan Tuhan. Hormati Tuhan dg hartamu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.