Memerintahkan Berkat

DI 31012015

Mazmur 133:1 ILT
Nyanyian pendakian. Dari Daud. Lihatlah alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara hidup bersama dalam kesatuan!

Mazmur 133:3
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kita hrs paham bgmna kita bs menerima berkat dr Tuhan, ternyata berkat Tuhan itu ‘diperintah’ Tuhan supaya ‘turun’ atas kita. Berkat Tuhan itu diturunkan, jd kita hrs ada di posisi ‘rendah’ spya bs menerimanya.

‘Rendah’ bkn berarti yang negatif tetapi tunduk pd Tuhan, spt posisi seseorg yg di lantai sujud menyembah raja yang duduk di tahta. Dan kondisi yg Tuhan minta adalah kita berdiam/tinggal bersama di dlm ‘unity’ atau kesatuan. Tdk mudah tinggal bersama org yg berbeda karakter dan latar belakang, namun kita bisa asalkan mau beradaptasi dan aktif berperan dlm komunitas di mana kita ada.

Berkat Tuhan itu turun dari ‘atas’ ke ‘bawah’ spt embun dari gunung Hermon turun ke bukit-bukit Sion, artinya ada jarak dan waktu tempuh hingga embun dr Hermon sampai ke Sion. Berkat Tuhan ketika Tuhan perintahkan utk turun atas kita jg memerlukan waktu, entah itu seketika atau hrs menunggu dg sabar, pastinya berkat Tuhan itu pasti dtg pd kita. Jgn berhenti percaya dan berharap, kita hrs sukacita ketika siap menerima berkat-Nya diturunkan.

Tetap posisikan Tuhan selalu ada ‘di atas’ dlm hidup kita, itulah yg membuat berkat Tuhan selalu akan diturunkan utk kita. Jgn Tuhan menjd di posisi ‘bawah’, pasti berkat Tuhan itu tdk turun, yg memberkati itu lebih tinggi drpd yg diberkati, jgn kita langgar hukum ini. Jgn sombong dan merasa tdk butuh Tuhan dlm hidup kita, ini sama saja kita menghentikan berkat Tuhan turun atas hidup kita.

Tetap tunduk pd Tuhan, hidup dlm kesatuan satu sama lain, maka kehidupan yg kekal jg menjd milik kita. Berdamai dan saling mengasihi serta mengusahakan kesejahteraan bersama, harapkan yg terbaik.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.