DI 22122025
2 Raja-raja 13:21
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.
Nabi Elisa adalah salah satu contoh seorg hamba Tuhan yg komplit, bukan hanya dia sbg pembawa pesan Tuhan, tp juga punya ‘kesaktian’, bahkan hingga ke tulang tubuh saat telah mati.
Benarkah hamba Tuhan itu harus ‘sakti’? Di sini kita perlu melihat ayat-ayat yg merujuk pd hal itu tentunya. Bahkan dlm satu ayat, kalangan jemaatpun harusnya ‘sakti’ juga, baca ini: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. (Matius 16:17-18). Tapi kenapa masih tdk banyak kita temukan jemaat dan hamba Tuhan yg ‘sakti’? Agaknya terjd pergeseran ttg figur seorg hamba Tuhan, orang lebih suka hamba Tuhan yg ‘jago khotbah’, lebih akademis sifatnya.
Membuat khotbah itu bs dipelajari, tapi isi khotbah yg bersumber dr pesan Tuhan itu tdk semua hamba Tuhan bs melakukannya dgn tepat. Cari referensi ayat, gali bahasa aslinya, tambahkan sedikit ilustrasi media, jadilah sebuah khotbah yg bagus. Tapi utk bs dipercaya membawa pesan Tuhan, dia itu haruslah Tuhan sendiri yg memilihnya. Jabatan kependetaan bisa diperoleh dari sinode gereja, utk membantu pelayanan & penggembalaan, secara organisasi, sinode yg melantik dan mentahbiskan. Tapi belum tentu disertai dgn karunia dr Tuhan, belum layak diberi ‘kesaktian’ oleh Tuhan. Dalam Alkitab, kita lihat bgmna ‘hamba Tuhan’ itu disertai kesaktian dr Tuhan: Musa, Yosua, Elia, Elisa, bahkan para rasul pertama dan jg Paulus, mereka melakukan mujizat dan tanda ajaib, sementara mereka tetap pada pelayanan firman, pembawa pesan Tuhan.
Hamba Tuhan harus ‘sakti’, karena dalam pelayanannya pd jemaat, banyak masalah dan kasus yg supranatural, berkaitan dgn roh jahat, okultisme, hrs diselesaikan dgn kesaktian dr Tuhan.