Karena Tidak Memahami

DI 09022026

Matius 22:29
Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

Ternyata ada 2 hal yg hrs kita pahami dgn benar yaitu Kitab Suci yaitu Firman Tuhan yg tertulis (Alkitab) dan kuasa Tuhan. Jadi keduanya tdk bs hanya salah satunya kita pahami.

Mengerti firman Tuhan, bukan sesuatu yg mudah, tetapi ini wajib kita lakukan. Dalam hal penafsiran, metode yg kita gunakan itu hrs benar, tdk boleh seenaknya pengertian kita sendiri, tidak boleh asal berpendapat & pastinya hrs sesuai konteks kisah dan ayat serta zamannya. Pemahaman yg salah ini bs menyesatkan kita, ujungnya justru bisa menjauhkan kita dr Tuhan dan surga. Dlm hal paham ttg keselamatan, sebagian org memahami ‘sekali selamat tetap selamat’ dgn keliru. Belum lagi ttg dosa, kebenaran, dan hal esensi lainnya. Butuh bimbingan dr yang lebih memahami serta perenungan yg secara pribadi dgn Tuhan. Sulit bkn berarti tdk bs, butuh tekad kuat utk mengerti serta memiliki pemahaman yg benar ttg firman Tuhan, dasar-dasar iman serta peraturan yg ada di Alkitab hrs kita kuasai.

Kemudian jg ttg kuasa Tuhan, jgn dipahami hanya sekedar berwujud mujizat dan tanda ajaib saja. Tuhan itu Penguasa tertinggi yg berkuasa utk memilih, mengubah, dsbnya: Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan org-org yg rendah;” (Lukas 1:52). Maka kita hidup hrs takut pd Tuhan, nasib serta positif kita saat ini bs diambil Tuhan kalau kita berdosa dan melakukan kesalahan besar. Raja Saul jadi contoh bgmna awalnya dia dipilih Tuhan tp kemudian karena berdosa pd Tuhan, posisi serta kekuasaannya Tuhan ambil dan Daud menjadi penggantinya. Mengalami mujizat itu suatu anugerah, tp bukan tanda kita ini berkenan di hadapan Tuhan. Belas kasihan Tuhan dan perkenanan Tuhan itu 2 hal yg berbeda, tp seringkali disalah pahami oleh banyak org.

Ingatlah utk mengerti firman Tuhan dan jg kuasa-Nya dgn benar, supaya kita terhindar dr penyesatan dan penafsiran ‘liar’, lakukan dan praktekkan firman sesuai yang Tuhan inginkan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.