Jangan Setengah-Setengah

DI 21022026

Wahyu 3:15-16
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Panas akan turun suhunya kalau sengaja dibiarkan begitu saja dlm jangka waktu yg cukup lama, dari panas bs berubah menjd mengikuti suhu normal di tempat itu.

Dlm menjalani kehidupan ini, Tuhan ingin kita menunjukkan suatu keadaan yg jelas, dalam hal ini digambarkan dgn panas dan tidaknya suhu yg terasa. Baik panas atau dingin, keduanya akan mendpt penilaian & balasan dr Tuhan. Keaktifan hidup kita ini biasanya lebih terasa ketika cuaca cerah & panas, org bs beraktifitas lancar hingga di jalan sekalipun. Jd panas menggambarkan suatu keadaan yg bergelora, bersemangat dan hidup. Suhu badan org hidup pasti ada panasnya, tetapi badan org meninggal itu dingin karena organ tubuh dan darah tidak lagi bekerja, jadi kita ini ‘hidup’ atau ‘mati’, diumpamakan dgn panas atau dingin. Kita ‘hidup’ berarti berkarya, kita ‘mati’ berarti tdk menghasilkan apa-apa, dan Tuhan mau kita ini ‘hidup’, meskipun bnyk hal yg terjadi dlm hidup kita.

Akibat keadaan tdk dingin dan tdk panas, maka Tuhan akan ‘memuntahkan’ kita dari mulut-Nya. Sesuatu yang masuk dlm mulut itu biasanya utk dimakan, dlm hal ini bukan berarti Tuhan ‘memakan’ kita, tp mari kita sedikit berlogika: saat seorg raja ingin satu makanan yang disajikan langsung, tl yang disajikan itu sudah tdk panas lagi, hangat tp tentu berbeda dgn standart yg raja mau, maka makanan itu bs dimuntahkan. Atau saat makan bakso, lebih nikmat ketika itu masih panas. Suam-suam kuku, membuat sulit penilaian: mau dimasukkan ke surga atau ke neraka? Suam-suam kuku mgkin bs digambarkan dgn kata: ladang-kadang, kadang-kadang bersemangat ikut Tuhan, tp di lain waktu jenuh ikut Tuhan, ibarat di dlm hal cinta: sebenarnya masih cintakah atau sdh tdk lagi? Mau lanjut atau ….?

Jagalah kasih kita pd Tuhan agar tetap dlm keadaan membara, bila mulai jenuh, check diri kita, apa yg jd penyebabnya, dan coba utk mengatasinya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.