Perlu Dihukum Dulu

02032026

Yesaya 59:18-19 ILT3
Sesuai dengan perbuatan-perbuatannya, demikianlah Dia mengganjarnya; kehangatan murka kepada musuh-musuh-Nya, adalah ganjaran bagi yang memusuhi-Nya. Dia akan mengganjarkan pembalasan kepada pulau-pulau.
Sehingga dari barat, mereka akan takut kepada Nama YAHWEH, dan dari timur, kepada kemuliaan-Nya. Pada waktu musuh datang seperti banjir, Roh YAHWEH akan membuatnya terluput.

Ketakutan biasanya muncul setelah ada hukuman yg diterima. Dlm keseharian kita apalagi di zaman-zaman generasi sblum skrg, memukuli anak sbg hukuman spya jera itu adalah hal biasa. Ada ayat Alkitab berkata: Didiklah anakmu selama masih ada harapan dan hendaklah engkau tidak mengangkat hasratmu utk membunuhnya (Amsal 19:18 ILT3), juga ayat: Hendaklah engkau tdk menahan didikan dari seorang muda, sebab ketika engkau memukulnya dengan tongkat, ia tidak akan mati (Amsal 23:13 ILT3). Hanya saja zaman skrg kalau memukul anak bs jadi dianggap tindakan melawan hukum, apalagi berkembangnya ilmu ‘parenting’ dlm mendidik anak yang cenderung menghindari bertindak kasar terhadap fisik.

Ada org-org tertentu yang berani melawan Tuhan, hingga akhirnya perlu dihukum dg keras oleh Tuhan barulah mau berubah & tunduk pd Tuhan. Kisah bgmna Saulus yg dihukum Tuhan saat perjalanan memburu jemaat Tuhan, dibuat menjd buta hingga akhirnya Tuhan mencelupkannya karena Saulus dipilih Tuhan utk menjangkau bnyk jiwa melalui penginjilan. Bahkan seorg yg kita kenal sbg nabi, yaitu Yunus, hrs 3 hari dihukum masuk dalam perut ikan spya dia mau kembali melakukan tugas yg Tuhan berikan. Dihukum Tuhan, barulah takut, ini jd pelajaran buat kita, jgn mengalami hal itu, tak ada sesuatu atau seorgpun luput dari pandangan Tuhan, tdk ada yang bisa disembunyikan, mau lari, Tuhan kejar. Jgn melawan Tuhan dan kehendak-Nya.

Takutlah akan Tuhan karena kita sungguh mengasihi Tuhan, taat dan setia, balasan dr Tuhan bagi kita tentunya berwujud hal yg mulia nantinya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.