Orang Yang Diurapi Tuhan

DI 04032026

1 Samuel 26:23 ILT3
Dan YAHWEH akan membalaskan kepada setiap orang, kebenarannya dan kesetiaannya, karena YAHWEH telah menyerahkan engkau ke dalam tanganku, dan aku tidak mau mengulurkan tanganku melawan orang yang diurapi YAHWEH.

Seringkali kata ‘org yg diurapi’ menjd satu tameng bagi para hamba Tuhan agar org lain tdk sembarangan dlm berbuat atau jg berucap ttg mereka.

Kata diurapi, bahasa aslinya ‘mâshîyach’, yg berarti diurapi, biasanya utk orang yg akan menjabat posisi tertentu spt posisi raja, para imam, atau org-org kudus, dan kata ini 2x diterjemahkan sbg Mesias. Dr penjelasan ini, jelas bhw org yg diurapi ini adalah mereka yg Tuhan pilih dan diberi posisi sesuai kehendak Tuhan. Pd zaman itu seringkali Tuhan bicara langsung pada nabi yg dipilih-Nya dan jelas siapa saja yg harus diurapi, contoh nabi Elia: Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kau urapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau (1 Raja-Raja 19:16). Zaman skrg sdh agak berbeda, makna dr diurapi ini telah meluas ke jemaat umum, terutama di kalangan Pentakosta dan jg Kharismatik, diurapi bkn hanya org posisi tertentu, tapi semua jemaat.

Apakah artinya tdk boleh berbuat apapun pd ‘org yg diurapi? Kuncinya ada pd siapa yg mengurapi. Dlm ayat ini jelas Daud dgn sadar memahami bahwa raja Saul diurapi oleh Tuhan menjadi raja dgn perantaraan Samuel. Jadi menjamah raja Saul berarti spt berurusan langsung dg Tuhan sendiri. Di zaman skrg ini kadang rancu ttg orang yg diurapi, apakah dasarnya adalah Tuhan yg pilih, atau org yg disukai pemimpin dari gereja itu? Walaupun secara penampakan mata, mereka itu diurapi para pemimpin gereja sblum menjabat posisi tertentu, tp benarkah posisi itu Tuhan yg berikan? Ini kepercayaan yg Tuhan berikan atau upah dr pemimpin gereja karena mereka dinilai layak menerimanya? Sistem upah ini spt karyawan yg naik promosi di perusahaan tempat dia bekerja karena berprestasi. Tp dlm pelayanan, bukan prestasi, tp apakah mendpt perkenanan Tuhan?

Kita memang jgn sembarangan berbuat & berucap apapun pd org lain, sesederhana apapun posisi mereka, ingat bhw semua yg kita tabur akan kita tuai berkali lipat.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.