Waspada Guru-Guru Palsu

DI 27032026

2 Petrus 2:3 ILT3
Dan dalam ketamakan, mereka akan memanfaatkan kamu dengan kata-kata yang dibuat-buat. Bagi mereka, penghukuman tidak akan diam berlama-lama dan kebinasaan mereka tidak terlelap.

Selain nabi palsu, pihak yg juga berbahaya bagi kerohanian orang Kristen adalah guru palsu, tentu ini bukan guru akademis yang mengajar di sekolah.

Dlm kehidupan org Yahudi zaman itu, ada bbrpa tahapan pendidikan yg wajib diikuti oleh setiap org, ada guru di setiap level yg diikuti. Yesus sendiri jg seorg guru, dalam bbrpa bagian dr Injil, para murid dan orang lain sering memangil Dia sbg guru. Ajaran Yesus saat itu seringkali dinilai berlebihan dan dianggap menyimpang, karenanya di bbrpa peristiwa, Dia hendak dihakimi oleh massa, tetapi Dia selalu meloloskan diri, karena memang belum waktunya bagi Dia untuk ditangkap. Sejak zaman gereja awal telah muncul guru-guru palsu, pengajaran yang mereka ajarkan tentunya berbahaya dan cenderung menyesatkan. Satu sifat mereka disebut dlm ayat ini: ketamakan, dan ini tentu saja berhubungan jg dengan uang dan kepopuleran.

Cara mereka bekerja, disebutkan dlm ayat ini dgn memanfaatkan org-org memakai kata-kata yg dibuat-buat. Wujudnya dapat berupa nubuatan palsu, penafsiran hukum Tuhan yg tdk Alkitabiah, dsbnya. Di zaman kini bs kita temukan bnyk peristiwa buruk yg berkaitan dgn guru palsu. Hal yg salah diputar balikkan menjd benar demi meraih simpati org banyak. Berhati-hatilah dalam menumbang ttg sesuatu dari Tuhan atau bukan, karena org terbiasa mengucapkan sesuatu dgn: “Tuhan bicara pada saya”. Di dlm hal ini sulit utk mengujinya, tapi yang bs dipertimbangkan ialah karakter orang itu, baik atau tdk. Kriteria yg kemungkinan bs menjd guru palsu tentu saja mereka yg berkaitan dgn khotbah, pengajar akademis teologia, konselor, dsbnya. Tentu saja bkn institusinya, tp oknum-oknumnya.

Waspada dgn doktrin-doktrin yg beragam, uji dgn kebenaran firman Tuhan. Jgn kita mudah percaya dgn semua yg diakui bhw itu dari Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.