Menjadi Musuh Tuhan

DI 22042026

Yakobus 4:4 ILT3
Hai pria-pria dan wanita-wanita pezina, tidakkah kamu mengetahui bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Elohim? Jadi siapa saja yang bermaksud menjadi sahabat dunia ini, dia ditetapkan sebagai musuh Elohim.

Nasib pihak yg menjd musuh Tuhan pasti sangat mengenaskan, dan ternyata Tuhan menganggap org yg bersahabat dg dunia ini sbg musuh-Nya.

Inilah realita yg jgn kita sembunyikan dari jemaat maupun hamba Tuhan, khotbah ttg berkat terlalu menina bobokan gereja dan lupa utk mengingatkan jemaat agar hidup sepenuhnya ‘bersahabat’ dgn Tuhan. Hal ini sangat penting, menentukan masa yg akan datang dr hidup kita. Bersahabat itu berarti punya hubungan dekat, kenal lebih dalam dan susah untuk berpisah. Ayat ini ditujukan pd org-org yg tdk setia, yaitu yg berzinah rohani, tidak setia pd Tuhan, lalu menyembah yg lain. Kelihatannya masih datang ibadah di gereja, terlibat pelayanan dan bnyk bcra membawa-bawa Tuhan dlm perkataan, tetapi hatinya sdh terpikat dgn yg lain. Realita yang terungkap sdh sangat banyak ttg hal ini, bgmna org Kristen dan oknum hamba Tuhan bnyk terlibat dalam dunia okultisme atau kuasa gelap.

Dunia memiliki sistemnya sndri, dunia ini bcra ttg yg di luar Tuhan, ada banyak cara instant yg ditawarkan utk mudah mendpt sesuatu dan menjd seseorg yg dihormati. Sementara kalau kita taat firman Tuhan di dlm hidup ini, terkesan butuh waktu yang lebih lama utk memperoleh dan mencapai sesuatu. Lebih pilih mana: mudah tetapi beresiko tinggi dan rugi pd akhirnya, atau butuh waktu lebih lama tetapi aman krna Tuhan beserta? Semua yg ada dlm dunia ini fana, sementara, tdk bisa dibawa mati, tetapi ini yg banyak diincar oleh manusia, karena dibutuhkan utk kehidupan selama di dunia ini. Tdk suka dgn proses, banyak orang akhirnya memilih cara pintas, tanpa sadar bhw yg diperoleh lebih sedikit drpd yg nanti dunia ambil darinya. Kesaksian dr mereka yg pernah terlibat okultisme jadi buktinya.

Jgn memposisikan diri kita jadi musuh dr Tuhan, hidup mengenaskan dan berakhir dlm kebinasaan, bersahabatlah dgn Tuhan dan alami kekekalan bersama Dia.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.