Menjadi Bayi Dalam Kejahatan

DI 28042026

1 Korintus 14:20 ILT3
Hai saudara-saudaraku, janganlah menjadi kanak-kanak dalam pemikiran, sebaliknya jadilah bayi dalam kejahatan dan jadilah dewasa dalam pemikiran.

Dua hal disinggung dlm ayat ini: pemikiran dan kejahatan, dan memang tindakan kita sebagian besar dipengaruhi dan didorong oleh apa yg kita pikirkan.

Fase kanak-kanak tentu bukan fase seorg yg dewasa, kedewasaan berkaitan dengan berpikir dgn ‘matang’, artinya mengolah yg masuk dlm pikiran secara benar, tahu apa yg hrs tetap dipikirkan dan mana yg harus berhenti dipikirkan. Pikiran kanak-kanak di dalam keterbatasannya mengerti sesuatu tentunya tdk bs dijadikan dasar utk ambil sebuah keputusan. Karena itulah utk hal yg penting dan darurat, orgtua atau orang dewasalah yg mengambil keputusan, anak hanya perlu ikut dan taat. Yang dipikirkan kanak-kanak masih banyak berfokus pada kesenangan diri sendiri, masih belum bisa memecahkan masalah org dewasa, butuh banyak diarahkan dlm berpikir. Nasehat yg diberikan Rasul Paulus adalah kita harus dewasa dlm pemikiran, tdk berfokus pada diri sendiri, tahu resiko dan tantangan, yg penting jg tahu dampak yang ditimbulkan jika melakukan sesuatu.

Kemudian menjd bayi dlm kejahatan, hal ini tentu hrs dimengerti dgn benar. Seorg bayi tentu blm bs berbuat banyak, masih butuh diurus orgtuanya, sederhananya bs dikatakan seorg bayi itu blm tahu apa-apa sehingga tdk bs berbuat jahat, fisiknya jg masih blm bs berjalan. Kalau boleh pinjam istilah, kata yg tepat mgkin ini: ‘bego’, atau bodoh. Bodoh dlm kejahatan, tdk ahli dlm berbuat jahat, tdk bs sempurna berbuat yg jahat, dsbnya. Menjd bayi dlm kejahatan, artinya tdk berdaya utk berbuat jahat, tahu lebih bnyk utk berbuat baik: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yg benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yg sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8).

Apa isi pikiran kita? Jangan simpan yang mengarah pd pikiran ttg kejahatan, tetapi pikirkanlah yg baik, yg menyenangkan hati Tuhan dan bermanfaat bagi sesama.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.