Menikah Lagi?

DI 05052026

1 Korintus 7:39 ILT3
Seorang istri terikat oleh hukum sepanjang waktu selama suaminya masih hidup, tetapi jika suaminya telah meninggal, ia bebas untuk dinikahi oleh pria yang dia ingini, asalkan di dalam Tuhan.

Dlm ayat ini, rasul Paulus menerangkan di dalam pertimbangannya, seorg wanita yg ditinggal mati oleh suaminya, punya suatu hak utk menikah lagi.

Seorg janda yg ditinggal mati suaminya, ia adalah wanita yg ‘bebas’, janji nikahnya pd suaminya telah selesai, janji itu mengikat dirinya selama suaminya masih hidup. Jd jelas bhw perselingkuhan tdk boleh ada di dlm sebuah pernikahan, apalagi jika sang istri yg berselingkuh. Tuhan menghendaki setiap pasangan suami istri menghormati janji nikah yg diucapkannya di saat kedua pihak berjanji di hadapan Tuhan & jemaat. Kadang kita sedih, sebagian org saat dia menikah, pengucapan janji nikah sekedar sebuah hapalan wajib supaya pernikahan bs berlangsung, sesudahnya kalimat janji nikah itu terlupakan bahkan ada yg akhir pernikahannya justru sebuah perceraian. Kedua pihak hendaknya memenuhi isi dari janji nikah tersebut secara serius.

Suami meninggal, sang istri jadi org yang ‘bebas’ utk menikah lagi, tp ada syarat yg perlu diperhatikan yaitu ‘di dalam Tuhan’. Sederhananya kita maknai sbg pernikahan Kristen, hrs sesuai dgn kebenaran yg ada dlm Alkitab. Calon suaminya harus seorg yg di dlm Tuhan, artinya hrs Kristen, dan pernikahannya dilakukan secara Kristiani. Apakah diadakan spt pernikahan pertama, yaitu sbg sakramen Pernikahan Kudus? Di dlm pelaksanaannya, bergantung doktrin atau aturan lokal yg berlaku di gereja lokal masing-masing. Mgkin utk pertimbangan tertentu, mengingat usia yg tdk muda lagi, mgkin pernikahan diadakan sederhana & tdk mencolok, ini bergantung kesepakatan keduanya beserta kedua keluarga besar. Tapi rasul Paulus jg memberi pandangan, sebaiknya janda yg ditinggal mati suami, lebih baik dlm keadaan kejandaannya dan tdk menikah lagi.

Aturan ttg pernikahan memang perlu utk kita ketahui supaya jangan ada kesalahan akibat kurang pengetahuan ttg ini, jangan sampai kita melanggar firman Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.