Berperang Dengan Nasehat

DI 18062026

Amsal 20:18 ILT3
Rancangan-rancangan ditegakkan oleh nasihat, maka lakukanlah peperangan dengan nasihat yang baik.

Ingin melakukan sesuatu, ada baiknya bisa dipersiapkan dgn benar, salah satunya ialah berupa nasehat-nasehat yg baik, janganlah menjd sombong dgn kemampuan sendiri.

Nasehat org lain bs berisi ttg pandangan yg tdk ada dlm pikiran kita, sisi lain yg bahkan tdk terpikirkan oleh kita, luput dr perhatian & itu bs menjd kelemahan bagi kita yang dpt menyebabkan rencana kita gagal dan dapat merugikan kita. Org yg lebih berpengalaman bisa kita mintai nasehat dan sudut pandang yg dia miliki, minimal dia pernah mengalami dan tahu seluk beluknya. Walau mgkin tidak semua yg dia katakan bs kita terima, tetapi pertimbangkan nasehatnya, tentu tidak ada ruginya, malah bs menambah pengetahuan kita. Jgn meminta nasehat pada orang yang salah, justru kita bs sangat dirugikan serta mengalami hal buruk. Contoh dalam Alkitab bs lihat saat raja Rehabeam mengikuti satu nasehat yg salah dr rekan-rekan sebayanya sehingga rakyat marah dan kerajaan Israel akhirnya terpecah dua (1 Raja-Raja 12).

Kita jg perlu waspada ketika meminta suatu nasehat, tdk semua org tulus pd kita, ada yg ingin kita gagal bahkan menderita, ini perlu kita waspadai: “Berbahagialah orang yg tdk berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tdk berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mazmur 1:1). Ternyata memang ada suatu nasehat yg menyesatkan yaitu nasehat yg keluar dr mulut org fasik, karena itulah kita perlu memilih dgn ketat, siapa-siapa yang layak kita mintai nasehat, jgn sembarangan org, apalagi mereka yg hidup secara fasik, munafik dan duniawi. Jalan pikiran mereka tentu bertentangan dgn kebenaran firman Tuhan, mengikuti hawa nafsu sendiri, tidak peduli org lain berhasil atau tdk, yg mereka inginkan hanyalah dihormati dan bila dapat jg, mengambil keuntungan dr kegagalan yg nanti kita alami.

Paling benar adalah meminta nasehat pada Tuhan, yg Dia katakan pasti benar dan pasti aman utk diri kita, tp itu semua bergantung pd kerendahan hati kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.