Jangan Berlebihan

DI 29062026

Pengkhotbah 7:16 ILT3
Janganlah terlalu benar dan janganlah menunjukkan dirimu terlalu bijak; mengapa menghancurkan dirimu sendiri?

Apa tujuan penulis ayat ini berkata bahwa jgn terlalu benar dan jgn terlalu bijak? Yg dijadikan alasan adalah 2 hal ini justru bs menghancurkan diri sendiri.

Jgn terlalu benar, ini hal yg agaknya tidak mudah utk dipahami. Kita lihat ayat yang sebelumnya: Aku telah melihat segala hal dalam hari-hari kefanaanku; ada orang benar yang binasa dalam kebenarannya dan ada orang fasik yang panjang umur dalam kejahatannya (Pengkhotbah 7:15 ILT3). Di dunia ini, ada org-org yang hidup secara duniawi, tdk suka dgn org yg hidup benar, apalagi ketika org benar mendapat promosi tinggi. Dlm kisah Daniel, dia tidak disukai rival politiknya, dia berusaha untuk disingkirkan, kelemahan yg lawannya lihat adalah dlm soal ibadahnya. Tapi di sisi yg lain, org yg terlalu benar malah bs menjadi ‘liar’: mulai berani menghakimi, gila pujian dan hormat, dan parahnya lagi yakin pasti masuk surga, org lain tidak. Akhirnya dia tdk disukai, gagal jd berkat.

Jgn menunjukkan diri terlalu bijak, inipun perlu dipahami dgn tepat. Kisah hidup dr raja Salomo mgkin jadi jawabannya. Org hampir sedunia saat itu amat tertarik dgn hikmat yg dimilikinya, banyak kerajaan yg ingin bermitra dgn raja Salomo, sehingga diadakanlah ikatan pernikahan ‘politik’ yg mengakibatkan Salomo memiliki banyak istri dan selir. Akibatnya, akhir hidup raja Salomo jatuh dlm penyembahan berhala, dan Tuhan tdk suka dgn itu. Org bijak juga seringkali dianggap sbg saingan dan juga penghalang bagi mereka yg merasa tidak nyaman dan aman. Kehadiran Yesus yang mengajar dgn cara berbeda dibandingkan para Farisi dan Saduki, dianggap menjadi penghalang utk mendapatkan hormat dan simpati dr rakyat, berbagai cara digunakan utk menyingkirkan Yesus.

Hiduplah sbg org benar dan bijak, kedua hal ini bukan utk dipamerkan, tapi dipakai utk memberkati bnyk org, waspadalah, di sekitar kita ada jg yg tdk menyukainya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.