Diterima Baik

DI 05032015

Ester 10:3 NKJV
For Mordecai the Jew was  second to King Ahasuerus, and was great among the Jews and well received by the multitude of his brethren, seeking the good of his people and speaking peace to all his countrymen.

Bahwa Mordekhai orang Yahudi itu adalah yang kedua setelah raja Ahasyweros, dan besar di antara orang Yahudi dan diterima baik oleh banyak saudaranya, mencari yang baik bagi rakyatnya dan berbicara damai pada seluruh orang sebangsanya.

Kita pasti tahu istilah ‘lupa daratan’, yg bermakna sikap yang ‘asyik’ dg keadaan yg baru dan akhirnya melupakan yg lainnya. Mordekhai tiba-tiba mengalami perubahan dahsyat dlm karier politiknya tapi justru dia mengusahakan yg baik utk org sebangsanya.

Dulu miskin sekarang kaya, jd sombong dan semena-mena, pamer dan malah menindas yg lemah. Dulu org biasa sekarang jd pejabat tinggi, hilang keramahannya, tdk mau membaur dg masyarakat umum, bersikap arogan, dsbnya. Harta dan jabatan bs merubah hati dan sikap seseorg menjd buruk.

Belajar dr hidup Mordekhai, ada 3 kualitas yg dimilikinya :

√ baik dlm pekerjaannya
Tentu kita sering dengar keluhan para pengusaha Kristen ttg cara bekerja pegawai mereka yg Kristen jg, ternyata bnyk lebih buruk dibandingkan dg pegawai yg bkn Kristen. Tentu ini hrs diperbaiki oleh kita yg adalah Kristen, tunjukkan dg bekerja dg baik dan jujur, memberi kesaksian yg baik bagi perusahaan atau tenpat kita bekerja.

√ diterima baik oleh kerabat
Mampu membangun hubungan baik dg para kerabat kita itu perlu usaha yg trs menerus. Tdk sombong dan merasa hrs dihormati, tdk pamer harta dan kedudukan, bersikap ramah dan menghargai kerabat yg level hidupnya lebih di bawah, dsbnya. Dampak hidupnya yg positif membuatnya diterima dg baik, bkn dimusuhi atau dibenci.

√ mencari yg baik dan membawa damai bagi masyarakat
Yang diperbuat bukan merencanakan sesuatu yg merugikan, menakutkan dan membuat kerusuhan. Selalu berharap suasana damai dan aman.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.