Tidak Ada Kesempatan Lagi

DI 18082026

Ibrani 12:16-17 ILT3
Jangan ada seorang pun yang menjadi pencabul atau yang bernafsu rendah, sebagaimana Esau yang demi sepiring makanan dia telah menyerahkan hak kesulungannya.
Sebab kamu tahu pula bahwa sesudahnya, ketika ingin mewarisi berkatnya, dia ditolak, karena dia tidak mendapatkan tempat pertobatan sekalipun telah mencarinya dengan cucuran air mata.

Tdk selalu ada kesempatan terus menerus utk sebuah pertobatan, ini yg dikatakan dlm ayat ini, sekalipun kita menangis dg ratapan yg sangat memilukan.

Esau harusnya mendpt berkat kesulungan, tetapi dia justru ‘menjualnya’ demi sepiring makanan pd Yakub, adik kembarnya. Yang dia pikirkan mgkin perkataannya itu hanya perkataan biasa, tp dia lupa bhw Tuhan juga melihat dan mendengarnya, sehingga yang dia katakan itu dinilai sbg sebuah transaksi yg legal, bkn kata-kata kosong. Dia berpikir tetap akan menerima berkat itu dr ayahnya, Ishak, tp kita tahu hasilnya, Yakublah yang menerima berkat kesulungan. Mungkin kita berpikir bhw cara Yakub ‘menipu’ Ishak itu sesuatu yg licik, apalagi ibunya sendiri yang mendukungnya, tp karena ada ‘transaksi yg legal’ Esau menukar hak kesulungannya dg sepiring makanan, maka Tuhan membenci Esau karena hal ini dan membiarkan Yakub menerima berkat kesulungan dr ayahnya yg saat itu sdh rabun matanya (Kejadian 27).

Tdk ada kesempatan lagi utk bertobat, hal ini jg terjd saat nanti dunia fana ini berakhir, ketika kita sdh meninggalkan tubuh jasmani kita di dunia ini, apalagi kalau hidup kita tdk benar dan kudus di hadapan Tuhan. Dalam perumpamaan ttg 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh, digambarkan ada pintu yg tertutup saat 5 gadis bodoh ingin masuk Matius 25). Kadang org berpikir Tuhan selalu akan beri ruang atau waktu utk bertobat, tp itu suatu pikiran yg setengah benar, betul Tuhan beri kesempatan utk bertobat, tp ada batas wkt yg Dia tetapkan utk itu, mau bertobat sudah tdk bs lagi, hasil akhir sdh final, dan apabila berakhir dlm kebinasaan, menangis dengan mencucurkan bnyk air mata menjd sesuatu yg sia-sia saja. Selama Tuhan beri kita wkt utk bertobat, jgn sia-siakan begitu saja, jgn tunggu nanti, karena mgkin saja hari ini hari yg terakhir bagi kita.

Ada waktu nantinya tdk ada lagi waktu utk mengubah hidup kita yg salah jajan, benar Tuhan itu murah hati, tp ada batas waktu yg Dia tetapkan sbg batas akhir utk bertobat.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.