Dibalas Sama Oleh Tuhan

DI 31082026

Efesus 6:8 ILT3
karena tahu bahwa jika setiap orang masing-masing dapat melakukan apa yang baik, entah hamba atau orang merdeka, dia akan menerima yang sama dari Tuhan.

Status hamba atau org merdeka, bukanlah tolak ukur bagi Tuhan utk memperlakukan manusia, di mata Tuhan semua org adalah hamba, yg Dia merdekakan.

Manusia kadang menciptakan level hidup di setiap org. Zaman itu hamba adalah org yg tdk merdeka, mereka sepenuhnya milik tuan yg membeli atau menebus mereka. Org yg merdeka ialah mereka yg hidup tanpa tuan dan tdk terikat pd siapapun. Zaman skrg jg ada pembagian level yg lebih mencolok, jd tiap org dinilai berdasarkan harta yg dimiliki sehingga muncullah level kalangan bawah. (miskin), menengah, dan kaya raya. Tapi di mata Tuhan, kaya atau miskin bkn ukuran, tp perbuatan yg dilakukan tiap org. Hal ini membuat level bukan berdasarkan harta, tp berdasarkan perbuatannya. Ada yang level org jahat, ada yang level org baik. Keduanya pasti mendapatkan balasan yg sama sesuai perbuatan masing-masing. Dlm ayat ini kita temukan bhw Tuhan membalas org dengan perbuatan yg sama spt yg telah mereka itu lakukan, spt senjata bumerang yg balik lagi ke tangan org yg melemparnya.

Kalau ingin saat sulit ditolong org, maka yg hrs dilakukan adalah tolonglah org lain dgn tulus, meskipun mereka tdk mampu untuk membalas dgn yg sama, tp Tuhanlah yang akan membalasnya. Kalau ingin dihormati dan dihargai org lain, buatlah dulu hormat dan menghargai org lain. Ini mirip dengan hukum tabur tuai, org di luar Tuhan sebut ini dgn sebutan ‘karma’, tp tentu keduanya tdk sama, kalau karma itu 1 dibalas 1, tp hukum tabur tuai, 1 bs dibalas 2,3 dstnya, dibalas berkali lipat. 1 benih bs menghasilkan buah 100, ini perbedaannya. Ingin menuai harta, maka taburlah harta, karena dibalas sama, ya menaburnya hrs sama. Jadi salah pikir kalau mau jadi kaya, tp yg ditabur kebaikan, dan akhirnya bnyk org kecewa, pdhal yang salah adalah dirinya sendiri, tak mgkin kita tanam benih apel tp mau menuai durian, ini namanya ‘menantang Tuhan’.

Tuhan pasti balas, jadi tidak perlu berharap org yg kita lakukan kebaikan kepadanya utk bs membalas yg sama, karena pasti dibalas Tuhan di kemudian hari.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.